Politik

11 Januari 2019

Amien Rais: KPU, Please Jangan Sok Kuasa

Sikap Komisi Pemilihan Umum (KPU) menolak perubahan draf visi misi pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno disayangkan Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais.

Mantan ketua MPR itu meminta KPU untuk tidak keras kepala dan mau menerima perubahan yang hanya bersifat teknis tersebut.

"Saya katakan, (KPU) please jangan sok kuasa," ujarnya di Kantor DPP PAN, Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat (11/1).

Amien kemudian menyoroti beragam inkonsistensi sikap KPU. Seperti perubahan sikap teranyar mereka yang membatalkan acara penyampaian visi misi calon.

Mantan ketua umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah itu pun mengingatkan KPU untuk tidak berat sebelah, sehingga pemilu berjalan baik.

"Saya hanya wanti-wanti saudara-saudara KPU, anda hanya pelaksana," tukasnya. [rmol]

PKB: Suara Sudirman Said di Jateng Terdongkrak Ida Fauziyah

Jakarta - PKB, salah satu partai politik yang mendukung Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, mengungkit kemenangan Ganjar Pranowo dalam Pilgub Jawa Tengah (Jateng) 2018. Kemenangan Ganjar itu dikait-kaitkan PKB dengan Pemilu 2019.

Ganjar, yang berpasangan dengan Taj Yasin, unggul atas calon lainnya, termasuk Sudirman Said, yang berpasangan dengan politikus PKB Ida Fauziyah. Saat itu Sudirman-Ida mendulang suara di atas 40 persen, tapi tak mampu mengungguli Ganjar-Yasin.

"Itu bukan (suara untuk) Pak Sudirman Said, tapi Bu Ida karena basisnya lebih banyak Bu Ida. Di sana PKB dan NU besar," ucap Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding di Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (11/1/2019).

Klaim itu kemudian diasosiasikan pada gelaran Pemilu 2019. Terlebih pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno baru-baru ini mendirikan posko pemenangan di Solo, Jateng, yang berdekatan dengan kediaman Jokowi. Jateng merupakan kandang banteng.

Karding pun menilai, bila acuan Prabowo-Sandiaga melihat perolehan suara Sudirman-Ida saat Pilgub Jateng, itu tidak bisa ditarik garis lurus pada Pemilu 2019. Sebab, menurut Karding, suara Sudirman-Ida lebih dari 40 persen itu mayoritas milik Ida.

"Jadi nggak bisa kemudian itu linier, itu disamakan. Suara Bu Ida, sebagai Direktur Relawan Perempuan, pasti," ucap Karding.

Untuk itulah Karding menilai manuver Prabowo-Sandiaga yang membangun posko di Jateng itu tidak perlu dikhawatirkan. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, diyakini Karding, tidak akan terpengaruh.

"Itu dalam politik namanya psywar saja. Jadi psywar agar memecah konsentrasi. Kemudian juga mengalihkan titik tembak, TKN ke mana. Tapi kita ini sebagai tim sudah punya narasi sendiri, sudah  punya strategi sendiri. Mau dibangun berapa posko pun kita tidak terpengaruh," ujar Karding. [dtk]

Di Pesantren Rembang, Sandi Janjikan Pemberdayaan Ekonomi Umat

Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan, ekonomi umat, pemberdayaan pesantren, dan mencetak santripreneur adalah program yang akan direalisasikan jika amanat menjadi pelayan masyarakat 2019-20124 di berikan padanya.

Hal ini disampaikannya saat bersilaturahmi di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Wahdah di Lasem, Rembang, Jawa Tengah, Jumat (11/1/2019).

"Ini menjadi pekerjaan rumah paling besar bagi Indonesia, yakni reformasi ekonomi umat dan menggerakkan ekonomi rakyat. Untuk itu dibutuhkan pemerintahan yang kuat dengan kepemimpinan yang tegas dalam menjalankan program ini," terang Sandi dalam keterangannya.

Menurut Sandi, pesantren adalah sektor penting dalam ekosistem perjalanan ekonomi bangsa ini. Dan peran yang begitu penting dalam menggerakkan ekonomi umat. Hingga kini peran itu masih terasa denyutnya. Beberapa pesantren, kata dia, sudah mandiri, berdiri sendiri dengan swasembada pangan, energi, bahkan air.

"Dalam perjalanan menyerap aspirasi, saya melihat beberapa pesantren mampu mandiri memenuhi kebutuhan hidup para santrinya dengan memanfaatkan lahan yang ada. Dari sayur mayur, ikan, tebu hingga air. Bahkan ada yang menggunakan energi surya untuk memenuhi kebutuhan listrik pesantren tersebut," ungkapnya.

Menurut Sandi, 1 persen dari populasi Indonesia menguasai lebih 50 persen ekonomi. Dia berjanji akan Mengurangi ketimpangan yang ada. Kebijakan yang sangat liberal, membuat yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin. Utang semakin besar, dominasi asing, kepentingan asing semakin terasa.

Mengurangi ketergantungan pada asing adalah dengan memberdayakan potensi ekonomi Indonesia.

"Industri halal berpotensi menghasilkan pendapatan Rp 4.000 triliun. Indonesia masih nomor lima. Ini adalah potensi besar bagi kita dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia Saya akan openi betul pesantren. Republik ini punya utang besar pada pesantren. Pesantren Insya Allah akan kami jadikan Kawah Candradimuka pemimpin bangsa ini dan mencetak para santri yang menciptakan lapangan kerja, bukan mencari kerja," jelas Sandi.

Sandi diterima dengan hangat oleh pemgasih Ponpes Al Wahdah Gus Affas Baidhowi. Hadir juga KH Najih Maimun Zuber, dan KH. Wafi Maimun dari Sarang, Gus Aam Wahib Surabaya, dan Gus Sholah Banyuwangi. [dtk]

Prabowo Buka Posko Dekat Rumah Jokowi, Moeldoko: Ganggu Pemandangan

Jakarta - Posko Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendirikan salah satu pos pertempuran yang terletak di Desa Sumber, Solo, Jawa Tengah. Posko itu berada dekat dengan kediaman Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Moeldoko mengaku tidak gentar menghadapi strategi kubu Prabowo itu. Ia malah menyebut posko tersebut mengganggu pemandangan.

"Yang di Solo itu ya? Nggak takut, cuma ganggu pemandangan aja," ujar Moeldoko di Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (11/1/2019).

Masih dalam kesempatan yang sama, Moeldoko enggan mengomentari lebih jauh soal tagline 'Indonesia Menang' yang dipakai Prabowo-Sandiaga.

"Nggak ngerti, apakah miskin ide atau gimana, saya nggak ngerti," ucapnya.

Seperti diketahui, tagline itu tertuang dalam dokumen visi-misi yang sudah diperbarui kubu Prabowo. Namun dokumen itu ditolak KPU karena sudah melewati batas waktu pengajuan. Moeldoko kembali tak menanggapi lebih lanjut soal dokumen yang baru disertakan menjelang debat perdana.

"Fotokopi lebih mudah daripada berpikir, kan begitu," kata Moeldoko.

Posko BPN Prabowo-Sandiaga, yang dibuat di dekat kediaman Jokowi, baru saja diresmikan. Peresmian dilakukan langsung oleh Ketua BPN, Djoko Santoso, siang tadi sebelum salat Jumat.

Baca juga: Djoko Santoso Resmikan Posko Prabowo-Sandi di Dekat Rumah Jokowi

Seusai peresmian, mantan Panglima TNI itu menyampaikan alasannya mendirikan posko di Solo. Djoko mengaku tak memiliki alasan khusus, melainkan hanya ingin menengok kota asalnya, Solo.

"Saya memilih Kota Solo, jujur saja ingin menengok kampung halaman. Mulai umur 18 tahun mendaftar tentara terus nggak pernah pulang," kata Djoko kepada wartawan. [dtk]

Moeldoko Kritik Posko di Solo, Tim Prabowo: Tak Ganggu Keindahan Kota

Jakarta - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Moeldoko, menyebut posko Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Solo, Jawa Tengah, mengganggu pemandangan. BPN Prabowo-Sandiaga menduga ada maksud lain di balik pernyataan Moeldoko.

"Mungkin maksudnya ganggu elektabilitas. Karena posko yang kami dirikan kami jamin tidak mengganggu keindahan Kota Solo," kata juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Suhud Alynudin, kepada wartawan, Jumat (11/1/2019).

Suhud menjamin posko BPN Prabowo-Sandi di dekat rumah Jokowi itu tak mengganggu keindahan Solo. Ia menjelaskan pembukaan posko itu merupakan wujud keseriusan tim Prabowo-Sandi untuk mendongkrak elektabilitas sang capres-cawapres.

"Pembukaan posko itu merupakan wujud keseriusan BPN untuk terus mendorong tren elektabilitas Prabowo-Sandi yang terus naik," ujarnya.

Selain itu, lanjut Suhud, posko di Solo itu diharapkan menjadi pemicu bagi parpol pengusung Prabowo-Sandi untuk bekerja lebih keras menghadapi Pemilu 2019.

"Kehadiran posko di Solo juga diharapkan memacu adrenalin tim kampanye partai-partai pendukung Prabowo-Sandi untuk bekerja lebih keras lagi," kata Suhud.

Moeldoko sendiri mengaku tidak gentar menghadapi strategi kubu Prabowo itu. Ia malah menyebut posko tersebut mengganggu pemandangan.

"Yang di Solo itu ya? Nggak takut, cuma ganggu pemandangan aja," ujar Moeldoko di Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. [dtk]

Elektabilitasnya Terbang Tinggi, Prabowo akan Memberikan yang Terbaik Bagi Rakyat

Bicara elektabilitas adalah bicara angka. Ada pedoman matematika disana. Logika akan menjadi pilar sehat yang menyanggah semua argumentasi ilmiah. Pilihannya harus benar, tak boleh salah.

Mau dijelaskan dalam bahasa apapun, rangkaian kata maupun grafik statistik, elektabilitas tetap bersumbu pada alasan-alasan yang rasional. Tak ada fiksi, semua harus nyata.

Prabowo seorang ahli strategi perang. Pendidikan dan pengalamannya dalam bidang kemiliteran mengasah kemampuannya dalam menghitung dan berkalkulasi secara cermat ketika menghadapi lawan.

Tapi dalam berdemokrasi menghadapi Jokowi, tak sedikitpun Prabowo menggunakan logika perang. Ia tak mengukur Jokowi sebagai lawan tempur. Prinsip Prabowo adalah singkat, memberikan yang terbaik bagi rakyat, jika rakyat senang, maka ia sudah merasa menang, walaupun 2014 lalu ia ditelikung dengan cara-cara yang curang.

Demi rakyat, Prabowo selalu mengalah. Demi rakyat, Prabowo tak pernah merasa kalah. Ia mengerti, akan datang suatu masanya nanti, rakyat menyadari, apa yang sesungguhnya tengah terjadi.

Tak perlu dipaksa rakyat untuk memahami apa yang dirasakannya sendiri. Biarkan waktu yang mendidik dan mengajari, bahwa kejujuran dan ketulusan hati tak akan pernah dapat tertukar dengan pencitraan diri.

Ketika memilih Sandiaga sebagai wakilnya, Prabowo disudutkan dengan situasi yang sarat dilema. Ia tau betul bahwa ia akan dituduh menghianati ulama. Namun jika ia mementingkan syahwat politiknya, negerinya terancam disintegrasi bangsa.

Tapi keyakinan bahwa Tuhan beserta mereka yang benar akhirnya tetaplah menjadi yang paling benar. Emas dan besi tak akan pernah tertukar. Semua tipu muslihat jahat para pengianat akhirnya terbongkar. Dan Allah jualah sebaik-baiknya pembuat makar.

Itulah sebabnya mengapa elektabilitas Prabowo semakin meninggi. Kearifannya menggunakan strategi hati mengantarkan pilihannya pada Sandi. Saat ia harus secepatnya memperbaiki nasib bangsa dan kedaulatan negeri, maka ia perlu Garuda muda yang mampu membawanya melesat cepat terbang tinggi, bukan Kerbau tua yang nyaris tidak lagi mampu berdiri. [indo]

Jokowi Kaget Dengar Penghasilan Guru Masih Rendah

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersilaturahmi dengan 371 orang dari Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI). Jokowi mendapat laporan mengejutkan bahwa masih ada guru bergaji di bawah UMR.

"Mereka pejuang pendidikan, Pak. Mereka rata-rata berpenghasilan Rp 300-400 ribu per bulan yang belum bersertifikasi. Yang sudah bersertifikasi sudah setara dengan UMK," ujar Pembina PGSI, Abdul Kadir Karding, di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (11/1/2019).

Jokowi, yang kemudian dipersilakan berpidato, merespons laporan yang disampaikan Karding. Jokowi seolah tidak percaya ada guru yang bergaji ratusan ribu rupiah per bulan.

"Tadi saya dengar dari Pak Ketua ada gaji Rp 300-500 ribu. Dalam hati saya tidak percaya. Tetapi kalau yang ngomong Pak Ketua, ya saya harus percaya bahwa memang masih ada," kata Jokowi.

Jokowi kaget mendengar masih banyak guru yang bergaji rendah

Jokowi menyebut guru memiliki peran penting dalam pendidikan untuk generasi masa depan. Jokowi bertanya-tanya perihal inpassing (penyesuaian pangkat) dan sertifikasi guru yang diimplementasikan di lapangan.

"Peranan Bapak/Ibu sentral. Oleh sebab itu, saya mau selesaikan persoalan tadi yang disampaikan, berkaitan dengan inpassing dan sertifikasi. Saya nggak tahu kenapa nggak rampung, problem ada di mana. Mungkin ada yang bisa maju dan cerita, blak-blakan saja," ujar Jokowi sambil meminta salah satu guru menceritakan kendala-kendala di lapangan. [dtk]

Debat Ma'ruf Vs Sandi Lebih Dinanti Daripada Jokowi Vs Prabowo

SEBAGAI salah satu metode kampanye, debat capres-cawapres diyakini cukup efektif untuk mempengaruhi pilihan pemilih.

Apa yang menjadi visi dan misi pasangan calon akan dinilai oleh pemilih. Aspek rasionalitas program, argumentasi, gestur, gaya berdebat, dan penggunaan bahasa biasanya akan menjadi pertimbangan utama pemilih.

Tetapi, kondisi itu lazimnya terjadi pada penyelenggaraan Pilpres yang kemampuan pesertanya dalam berdebat belum pernah disaksikan oleh pemilih.

Nah, di Pilpres 2019 nanti, pemilih pada umumnya sudah mengetahui kualitas capres Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Sebab, keduanya sudah pernah berhadapan pada debat Pilpres 2014.

Jadi, efek debat capres nanti saya kira tidak akan berpengaruh banyak terhadap pilihan Pemilih. Kalau pun ada pengaruhnya, terbesar saya kira akan datang dari kelompok pemilih pemula.

Pemilih pemula ini kan pada umumnya baru melek politik. Sensasi debat Jokowi versus Prabowo lima tahun yang lalu belum pernah mereka rasakan.

Permasalahannya, jumlah pemilih pemula ini tidak cukup jelas. Ketua KPU bilang sekitar lima juta orang, sementara salah seorang Anggota KPU menyebut sekira 1,2 juta pemilih.

Tetapi untuk debat cawapres kondisinya mungkin akan berlainan dengan debat capres. Sebab, pasangan Jokowi dan Prabowo di Pilpres 2019 ini berbeda dengan Pilpres 2014.

Baik Ma'ruf Amin maupun Sandiaga Uno belum pernah berhadap-hadapan dalam sesi debat.

Sebagian pemilih mungkin pernah menyaksikan kualitas Sandiaga pada Pilgub DKI Jakarta 2017. Tetapi itu kan dengan lawan debat yang berbeda. Kemampuan Ma'ruf dalam berdebat bahkan belum pernah dilihat orang.

Nah, dari sesi debat Ma'ruf versus Sandiaga itulah kemungkinan bisa muncul perubahan elektabilitas dari kedua pasangan calon.

Sebab, pemilih pemula, 'swing voters' dan kelompok 'undecided voters' sepertinya masih dapat 'digoda' oleh para cawapres pada saat sesi debat nanti.

Jadi, debat cawapres tampaknya lebih berpeluang untuk mengubah pilihan pemilih dibandingkan dengan debat capres.

Debat antara Ma'ruf Amin yang sudah berusia sangat senior dan Sandiaga Uno yang jauh lebih junior boleh jadi sudah sangat dinanti. [rmol]

Survei Ungkap Elektabilitas Prabowo Masih Berjaya di Sumatera

Lembaga survei Alvara mengungkap bahwa elektabilitas dua pasangan calon presiden dan wakil presiden tak berubah banyak meski hari pencoblosan kian menjelang.

Tingkat keterpilihan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, menurut Alvara, naik sedikit saja. Itu pun disumbang oleh calon pemilih yang sebelumnya belum menentukan pilihan alias undecided voters. Tetapi kini mulai mempertimbangkan satu di antara dua pasangan kandidat.

Secara umum, berdasarkan survei itu, pasangan Jokowi-Ma’ruf memang masih unggul dengan tingkat elektabilitas 54,3 persen, sementara Prabowo-Sandiaga 35,1 persen. Jumlah undecided voters sebanyak 10,6 persen.

Menurut CEO Alvara Research Center, Hasanuddin Ali, tingginya undecided voters karena kini pemilih sudah mulai mengkristal, dampak dari makin menipisnya margin of error dalam survei.

Tetapi, elektabilitas Prabowo-Sandiaga masih unggul jauh dibanding Jokowi-Ma’ruf di Sumatera. Prabowo-Sandiaga memperoleh dukungan 49,8 persen, sementara Jokowi-Ma'ruf 27,5 persen. Calon pemilih yang belum memutuskan 12,6 persen.

Di Bali dan Nusa Tenggara, Jokowi-Ma'ruf unggul 60,6 persen dari Prabowo-Sandi yang memperoleh dukungan 30,3 persen. Mereka yang belum memutuskan pilihan 9,1 persen.

Ali mengatakan, masih ada waktu bagi kedua pasangan untuk meningkatkan elektabilitasnya. Di antaranya dengan memanfaatkan debat capres-cawapres, karena kedua pasangan kandidat bisa makin memperkuat dukungan.

Para calon pemilih yang belum menentukan pilihan itu, kata Ali, masih menimbang-nimbang di antara Prabowo-Sandiaga atau Jokowi-Ma’ruf. Mereka menanti momen debat capres sebelum menentukan pilihan karena, katanya, "Undecided voters ini orang-orang yang rasional.”

Survei Alvara diselenggarakan pada 11-24 Desember 2018 dengan 1.200 responden di 34 provinsi se-Indonesia. Margin of error atau tingkat kesalahannya sebesar 2,88 persen. [viva]

Visi-Misi Prabowo-Sandi Berubah, Erick Thohir: Berarti Tak Yakin

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Thohir menuding kubu pasangan Capres-Cawapres bernomor urut 02, Prabowo-Sandi tidak yakin atas visi dan misi yang mereka sempat usung di Pilpres 2019.

Hal itu terkait adanya perubahan visi-misi paslon kubu oposisi tersebut, yang diajukan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Berarti kalau ubah visi-misi last minute, berarti tidak yakin atas visi misinya," ujar Erick di Kantor Wakil Presiden di Jakarta, Jumat 11 Januari 2019.

Mantan Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 ini menyampaikan, hal serupa jelas tidak terjadi di kubu Jokowi-Ma'ruf. Kubu petahana senantiasa yakin bahwa visi-misi yang ditawarkan merupakan visi-misi terbaik.

"Kalau kita visi-misinya tidak diubah-ubah. Sudah yakin," ujar Erick.

Dia menekankan, ketegasan kubu Jokowi-Ma'ruf atas visi-misinya merupakan cerminan hasil kinerja petahana sejak 2014 yang menurutnya sudah gemilang.

"Sudah terbukti hasil kerjanya," ujar Erick. [viva]

Istana Tegaskan Kasus Novel Bukan Pelanggaran HAM

Salah satu persoalan yang diprediksi akan dicecar dalam debat capres-cawapres ke Joko Widodo, adalah masalah HAM. Diantaranya, kasus penyiraman air keras ke penyidik KPK Novel Baswedan, pada April 2017 lalu.

Hingga kini, aparat kepolisian belum berhasil menemukan tersangka, yang membuat rusak mata dari penyidik senior KPK itu.

Menyikapi itu, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amien yang juga Kepala Staf Presiden Moeldoko, mengatakan pihaknya sudah memitigasi isu-isu itu.

"Pelanggaran HAM berat itu terjadi apabila abuse of power. Terus ada genocide tersistem. Enggak ada itu dilakukan terhadap kasus Novel, bukan dan tidak ada kaitannya dengan kebijakan negara. Abuse of power itu adalah kebijakan negara, melekat," kata Moeldoko, di Istana Negara, Jakarta, Jumat 11 Januari 2018.

Novel disiram menggunakan air keras, ketika pulang Salat Subuh dari musola di dekat rumahnya di Kelapa Gading Jakarta Utara. Isu ini menjadi salah satu persoalan HAM yang dianggap tidak mampu diselesaikan oleh rezim pemerintahan Jokowi. Namun menurut Moeldoko, kejadian yang menimpa Novel bukan soal HAM.

"Dalam konteks ini adalah konteks kriminal murni," kata mantan Panglima TNI itu.

Diakuinya, saat ini memang masih belum tuntas karena pelakunya belum ditemukan. Tapi Ia bersikukuh, kasus Novel Baswedan itu tidak masuk dalam masalah HAM. "Apa itu abuse of power? Bukan. konteksnya disitu," katanya.

Seperti diketahu, hampir dua tahun teror penyerangan air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan dibiarkan tak terungkap. Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal pada April 2017 silam, sampai kini polisi tak mampu mengungkap terang kasus tersebut.

Dalih polisi yang mengklaim kasus ini masih terus diselidiki semakin menambah kabur bukti dan fakta yang bisa diungkap. Mengingat, tidak ada perkembangan apapun dari apa yang dilakukan Kepolisian. [viva]

Ganjar soal Posko Prabowo di Solo: Bikin Banteng Bangun dan Keluar Tanduk

Jakarta - Politikus PDIP Ganjar Pranowo mengomentari tentang posko Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang resmi didirikan di Solo, Jawa Tengah. Ganjar menyebut posko Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga itu membuat 'banteng-banteng bangun tidur'.

"Buat kita, PDIP, banteng-bantengnya jadi bangun dari tidur dan tanduknya keluar. Sudah saya sampaikan dulu, tidak ada yang ikhlas rumah kita diambil orang," ujar Ganjar di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (11/1/2019).

Jawa Tengah memang dikenal sebagai 'kandang banteng' karena si pemilik logo banteng moncong putih, yaitu PDIP, kerap mendulang suara darinya. Kini kubu Prabowo-Sandiaga bahkan membuat markas di dekat kediaman calon presiden (capres) petahana Joko Widodo (Jokowi).

"Buat kita, biasa saja. Pasti kawan-kawan di kubu Pak Prabowo-Sandi sedang berikhtiar, segala ikhtiar tentu kita hormati," ucap Ganjar.

Ganjar, yang juga Gubernur Jawa Tengah, mengaku mendengar, dalam beberapa hari ke depan, Prabowo-Sandiaga akan membuat acara besar-besaran di Jawa Tengah. Ganjar pun tidak memusingkannya.

"Ya, selamat datang. Kita friend, kita friend," imbuh Ganjar.

Lokasi posko BPN Prabowo-Sandiaga itu juga hanya berjarak 50 meter dari posko PDIP Banjarsari. PDIP juga sempat mengirimkan karangan bunga saat peresmian posko itu oleh Ketua BPN Prabowo-Sandiaga, Djoko Santoso.

"Saya memilih Kota Solo, jujur saja ingin menengok kampung halaman. Mulai umur 18 tahun mendaftar tentara terus nggak pernah pulang," kata Djoko kepada wartawan saat peresmian itu. [dtk]

Lembaga Survei Akan Menyeret Jokowi Bernasib Sama Seperti Ahok

Menjelang pembebasan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dari penjara, Indikator Politik Indonesia tak mau kalah mewarnai jagat pemberitaan dengan mengeluarkan rilis survei terbarunya menyebutkan pasangan Jokowi-Ma'ruf (Jokmar) mengungguli pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (PADI).

Berdasarkan hasil survei periode 1 Agustus 2018 dinyatakan bahwa elektabilitas Jokowi-Ma'ruf sebesar 54,9 persen, sementara Prabowo-Sandiaga di kisaran 34,8 persen.

IPP dikenal lembaga survei yang pernah menjadi pendukung Ahok.

"Ternyata para sindikat survei ini memainkan pola lama susul menyusul merilis keunggulan kandidatnya petahana," ujar pengamat politik dan hukum dari The Indonesian Reform, Martimus Amin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (11/1).

Pada Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 lalu demikian pula. Namun hasil akhirnya tidak pernah akurat.

"Ahok nyungsep kalah dari pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno," ulas Martimus.

Tragisnya, lanjut Martimus, tidak lama usai pemilihan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta putaran kedua, tepatnya pada tanggal 9 Mei 2017 hakim secara bulat menjatuhkan vonis hukuman penjara dua tahun terhadap Ahok yang terbukti telah melakukan penistaan agama.

Mungkin cerita nasib Ahok akan berkata lain jika survei lembaga tersebut akurat. Ahok terbukti memenangi Pilkada. Secara politik ini akan menjadi pertimbangan hakim menjatuhkan vonis bebas atau sekadar pidana bersyarat saja terhadap Ahok.

"Ternyata akibat penipuan survei dari lembaga membuat Ahok bernasib sial dangkalan," cetusnya.

Malah kini, para sindikat lembaga survei ditambah Lembaga Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA yang proposal penawarannya ditolak Prabowo bersatu dengan koor suara sama berusaha mengelabui publik dengan opini-opini rilisnya. Mereka mengklaim petahana Jokmar unggul dan memenangi pertarungan melawan paslon PADI.

"Lembaga survei telah menjadi buta karena duit bayaran. Menafikan data-data akurat terkait pasangan PADI yang selalu dominan dan berjaya mengungguli di seluruh poling media sosial," kritiknya.

Fata bahwa kampanye pasangan PADI sealu gegap gempita dihadiri ratusan ribu lapisan masyarakat luas sepertinya diabaikan. Sementara kampanye pasangan Jokmar hanya dipenuhi undangan bangku kosong.

"Perlawanan rakyat bangkit di mana-mana pose berani mereka simbol dua jari saat berfoto dalam tiap event acara-acara kampanye Jokowi," tegasnya.

Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf stagnan membuat Ketua Tim Kampanye Nasional, Erick Thohir dan Luhut Binsar Pandjaitan tidak segan-segan mengkambinghitamkan cawapres nomor urut 01 itu tidak maksimal berkampanye.

"Sungguh menggelikan. Padahal kiai Ma'ruf awalnya dirayu Jokowi mendampinginya agar ia tidak dianggap jauh dari umat Islam. Ternyata semua itu hanya alat pencitraan belaka. Sebagaimana halnya jokowi menyewa ustaz khusus bisa tampil iman salat," sindirnya.

Ia melihat semua upaya kini dilakukan petahana untuk memenangkan dirinya. Mesin kekuasaan digerakkan dari tingkat atas sampai bawah.

"Polisi, BIN, birokrasi, KPU, dana desa, dana lurah, dana bantuan sosial, dana camat, dana bupati, dana gubernur, dana menteri, sampai dana korupsi, digunakan untuk memenangi pertarungan," tuturnya.

Namun ia meyakini pada akhirnya jua kejahatan pasti akan kalah.

"Sekarang ini Jokmar bukan lagi melawan pasangan PADI, tapi telah berhadapan dengan kekuatan gerakan rakyat semesta. Peran lembaga-survei tidak hanya akan menjerumuskannya dalam kekalahan mengenaskan, tetapi juga menjadikan nasibnya sama seperti Ahok masuk penjara," tutupnya.[rmol]

Tengku Zulkarnain Disarankan Mundur Dari MUI Dan Bergabung Dengan Prabowo

Sangat disayangkan memasuki tahun 2019 atau tahun politik kabar bohong alias hoax masih menghiasa ruang publik. Publik dibuat heboh dengan kabar hoax tujuh kontainer surat suara telah tercoblos.

Dan yang paling disesalkan, informasi itu justru turut disebar melalui cuitan Ustaz Tengku Zulkarnain notabene pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief. Meski belakangan cuitan mereka dihapus.

Berangkat dari situ, massa dari Jaringan Insan Muda Indonesia (JIMI) berunjuk rasa di depan gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI), Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (10/1). Mereka meminta agar MUI mengevaluasi posisi Tengku Zulkarnain karena tidak mampu menjaga marwah MUI.

Koordinator aksi JIMI, Faris dalam aksinya mengatakan, seharusnya sekelas Tengku Zulkarnain melakukan cek dan ricek sebelum memposting kabar tujuh kontainer surat suara telah tercoblos.

"Kenapa informasi yang ternyata hoax itu ditelan mentah-mentah yang belum tentu kebenarannya lalu disebar. Ini bukan karakter ulama, mestinya tabayyun terlebih dulu," ujar Faris.

Pihaknya pun mempertanyakan posisi Tengku Zulkarnain, apakah sudah menjadi partai politik yang mengusung Prabowo-Sandi.

"Tengku Zulkarnain ini anggota MUI atau corong parpol, corongnya Prabowo? MUI harus berbenah jika ingin menjaga marwah MUI, jangan biarkan citra MUI tercoreng," tegas Faris.

MUI diharapkan bisa diisi oleh figur-figur yang bisa membawa kedamaian dan kesejukan bukan kebencian dan permusuhan.

"Sangat miris sekali MUI kok diisi orang demikian, bukannya sampaikan ceramah sejuk dan damai," tambah Faris, sambil menyarankan Tengku Zulkarnain sebaiknya mundur diri dari MUI dan bergabung dengan partai pendukung Prabowo-Sandi. [rmol]

TKN Sebut Visi Misi Baru Prabowo Jiplak Jokowi

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Kyai Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily menanggapi beredarnya sebuah dokumen yang berisi visi misi baru Prabowo-Sandiaga. Menurutnya, visi misi tersebut justru menjiplak visi misi Jokowi-Ma'ruf.

"Dengan dokumen yang berantakan maka pasangan 02 akhirnya lakukan bongkar pasang yang melahirkan dokumen sama sekali baru. Tapi ironinya, bongkar pasang visi misi itu justru terlihat menjiplak visi misi paslon 01," kata Ace melalui pesan singkat, Jumat 11 Januari 2019.

Menurutnya, visi misi tersebut justru menawarkan hal yang telah dikerjakan oleh Jokowi-JK dalam empat tahun ini. Jadi bongkar pasang justru hasilkan karya jiplakan.

"Sehingga timbul pertanyaan mengenai kemampuan pasangan Prabowo-Sandi untuk menghadirkan gagasan segar, orisinal dan otentik. Gagasan mereka justru mengulang ulang apa yang dikerjakan dan dibuktikan Jokowi-JK," kata Ace.

Ia pun mengkritisi tagline pasangan Calon Prabowo-Sandi berubah menjadi Indonesia Menang. Hal ini dianggap paradoks dengan apa yang sering mereka nyatakan berkali-kali dengan nada pesimis: Indonesia Bubar atau Indonesia Punah. 

"Dan ini juga tak otentik karena Pak Jokowi sering menyebut Indonesia sebagai bangsa pemenang. Jiplak lagi. Ini bisa membuat Indonesia bukan menang tapi menjadi ‘Indonesia Menang-is’," kata Ace.

Ia mengatakan mereka tak menawarkan program aksi yang segar. Ia mempertanyakan bagaimana publik bisa mempercayai mereka bila visi misinya saja berubah-ubah.

"Jangan-jangan dekat pencoblosan akan ubah lagi visi misinya. Ini akan menipu rakyat," kata Ace.

Ia mencermati satu persatu visi-misi yang diserahkan ke KPU 99 persen berbeda dengan dibandingkan visi-misi yang sebelumnya. Menariknya gonta ganti visi misi dilakukan 7 hari menjelang debat I.

"Para panelis sudah selesai menyusun pertanyaan yang akan digunakan sebagai bahan debat I. Panelis menyusun berdasarkan visi misi yang lama," kata Ace.

Menurutnya, gonta ganti dokumen visi misi ini memperlihatkan dari awal pasangan Prabowo-Sandi tak siap dengan tawaran gagasan baru. Sebab isinya hanya penuh jargon dan klise.

"Tidak ada terobosan," kata Ace. [viva]

Kasus Anies Sekadar Tesis Bawaslu, Apa Kabar Gubernur Lain?

Kasus salam dua jari Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bisa jadi hanya salah satu tesis Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) ketika dipertanyakan tentang pasal 547 UU 7/2017 tentang Pemilu.

"Mungkin dia jadiin case saja kalau ditanyain jawabnya, saya jalanin peraturan juga kok ini buktinya, kan gitu. Anies pernah kita tanyain yang lain entar dulu yang penting pernah ada," tengarai pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (11/1).

Namun demi keadilan, Hendri mengimbau Bawaslu juga bersikap adil terhadap semua kepala daerah tanpa terkecuali, bukan semata Anies.

"Pertanyaannya kan Bawaslu takut sama gubernur-gubernur yang lain? kenapa beraninya sama Anies doang? mudah-mudahan bisa dijawablah," harap founder lembaga survei KedaiKopi ini.

Anies sempat dipanggil Bawaslu terkait pose jari telunjuk dan jempolnya seperti salam dua jari pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam acara Konferensi Nasional Partai Gerindra Senin (17/12/2018) lalu. Pihak Bawaslu menyatakan Anies diduga melanggar pasal 547 UU 7/2017 tentang Pemilu yang berbunyi:

"Setiap pejabat negara yang dengan sengaja membuat keputusan dan/atau melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu Peserta Pemilu dalam masa Kampanye, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp36.000.000,00 (tiga puluh enam juta rupiah)".[rmol]

Petani Minta Prabowo-Sandi Setop Impor Gula Jika Menang Pemilu

Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno berkunjung ke Kecamatan Blora di Villa Desa Soko, Jepon, Blora, Jawa Tengah pada Jumat 11 Januari 2019. Di sana, Sandiaga mendengarkan keluhan petani tebu bernama Anton Sudibyo.

Anton meminta agar ada Undang Undang Pangan yang tidak berorientasi impor dan bisa menyebabkan kesulitan bagi petani lokal. Petani tersebut uga meminta ada moratorium impor gula termasuk meminta pencabutan kartu tani yang menurut dia lebih banyak merugikan ketimbang menguntungkan.

"Petani tebu bisa mati dengan mata mendelik pak kalau impor gula terus dilakukan. Mumpung ada pak Sandi, saya juga minta pencabutan kartu tani, tambah kuota pupuk bersubsidi dan harga giling tebu di tahun depan dengan sistem beli putus seharga 70 ribu Rupiah per kwintal," kata Anton kepada Sandi di Blora.

Menanggapi keluhan tersebut, Sandi mengatakan kepada Anton agar tidak khawatir. Sandi mengaku sudah menandatangani kontrak politik dengan para petani tebu di Lumajang yang salah satunya perjanjiannya adalah setop impor dan memberantas mafia gula.

"Dalam berbagai kesempatan saya selalu mengatakan setop impor pangan saat petani panen. Pelemahan ekonomi juga akibat impor yang menggila seolah Indonesia tidak punya sumber daya alam dan sumber daya manusia. Petani, nelayan mengeluhkan soal impor ini. Keluhan yang sama terus saya peroleh dari seribu  titik lebih yang saya datangi di seluruh pelosok Indonesia," kata Sandi.

Menurut Sandi, jika dirinya bersama Prabowo Subianto terpilih menjadi pemimpin di Indonesia maka dia memastikan akan berhenti impor pangan dan berusaha mencukupi pangan dari hasil petani Indonesia. 

"Insya Allah jika 2019 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno terpilih menjadi pelayan rakyat akan mengubah kebiasaan lama ini, yakni setop impor dan utang," lanjut Sandi. [viva]

Trik Nasdem Dongkrak Suara di Pemilu 2019

Ketua Fraksi Nasdem DPRD DKI Jakarta, Bestari Barus mengatakan, calon legislatif harus punya trik sendiri untuk menang dalam pemilu 2019 pada April mendatang. ?

“Petahana harusnya jadi vote gater yang utama. Kita harap petahana kita mendongkrak suara karena kita sudah kerja melayani dan masyarakat sudah mengetahui apa aksi yang sudah kita lakukan kita di masyarakat,” ujar Bestari, di Jakarta, Rabu, 9 Januari 2019.

Bestari menjelaskan, khusus untuk DPRD DKI Jakarta, Nasdem menargetkan 10 kursi. Target tersebut dengan asumsi masing-masing satu kursi untuk 10 dapil di Jakarta, ditambah 5 kursi yang diyakini masih akan diraih para petahana.

“Tentu kita miliki target yang kita anggap dapat kita wujudkan. Pemilu kemarin hanya dapat lima kursi. Saat ini sekurang-kurangnya 10 dapil DPRD terisi kursi satu. Kita meningkatkan maksimal perolehan kursi yang di dapil 2014 sudah ada dapat kursi,” kata Bestari.

Sementara untuk tingkat DPR, ditargetkan setidaknya satu suara di masing-masing dapil Jakarta. Pada Pileg 2014 lalu, Nasdem hanya berhasil menempatkan satu wakil rakyat di DPR diperoleh dari dapil Jakarta, yaitu Ahmad Sahroni.

Sebagai petahana, Ahmad Sahroni diyakini mampu mendulang suara dan bahkan mengangkat elektabilitas Nasdem di Jakarta.

Ahmad Sahroni menambahkan, jika semakin banyaknya kursi DPRD diraih, aspirasi Nasdem untuk perbaikan Jakarta baik kehidupan masyarakat maupun infrastruktur akan lebih dapat disuarakan. [viva]

Beri Kisi-kisi Debat Capres, KPU: Ini Bukan Lomba Pidato

Komisioner Komisi Pemilihan Umum atau KPU, Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan, pihaknya akan mengirimkan kisi-kisi materi debat kandidat kepada pasangan capres cawapres peserta Pemilu 2019.

"Saya rasa, tidak ada alasan untuk menunda-nunda lebih daripada hari ini," kata Pram, saat gladi persiapan debat kandiat di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis 10 Januari 2019.

Pram menjelaskan, kisi-kisi yang diberikan kepada kedua pasangan capres cawapres berisi 20 pertanyaan. Pertanyaan tersebut, merupakan hasil finalisasi dari materi yang disampaikan para panelis.

"Sudah selesai 20 pertanyaan. Dengan daftar pertanyaan yang bukan sama sekali multiple choice dan juga bukan menuntut hafalan," ujarnya.

Menurut dia, debat kandidat yang perdana akan dilakukan pada 17 Januari 2019 nanti, merupakan ruang bagi kandidat capres cawapres menyampaikan visi misinya kepada masyarakat. "Ini sama sekali bukan lomba pidato. Tetapi, memang ingin menggali visi misi para pemimpin calon presiden dan wapres ke depan," ujarnya. [viva]

Ketua BPN Prabowo-Sandi Akan Berkantor Dekat Rumah Jokowi di Solo

 Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meresmikan markas pemenangan di Solo, Jumat, 11 Januari 2019. Posko tersebut sangat spesial karena letaknya tak jauh dari kediaman pribadi Presiden Joko Widodo di Sumber, Banjarsasi, Solo.

Pantuan VIVA, posko BPN Prabowo-Sandiaga itu menempati sebuah bangunan ruko. Selain memajang baliho bergambar foto pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02, di bagian depan posko itu juga memuat foto Ketua BPN, Djoko Santoso lengkap dengan seragam militer dan bintang empat di pundak.

Posko BPN Prabowo-Sandiaga itu berada di Jalan Letjen Suprapto No 53, Sumber, Banjarsari, Solo. Hanya berjarak 200 meter dari kediaman pribadi Jokowi. Tak hanya itu, posko Prabowo-Sandi juga letaknya berdekatan dengan Posko Pemenangan Pileg dan Pilpres 2019 seluruh PAC Ranting se-Solo.

Ketua BPN Prabowo-Sandiaga, Djoko Santoso yang meresmikan langsung posko tersebut, menjelaskan alasan kenapa membuat posko pemenangan yang lokasinya tak jauh dari rumah capres petahana. Menurut Djoko, sebagai putra asli Solo, ia ingin fokus bekerja memenangkan Prabowo-Sandiaga sembari menengok kampung halaman.

"Saya mulai usia 18 tahun mendaftar menjadi tentara terus enggak pernah pulang. Dulu waktu orangtua masih ada, saya belum bisa pulang karena harus tugas di Papua, Aceh, dan Timtim. Sekarang saya sudah pensiun dan orangtua sudah meninggal," kata dia usai meresmikan Posko BPN Prabowo-Sandiaga di Solo, Jumat, 11 Januari 2019.

Di masa pensiun ini, mantan panglima TNI itu rindu dengan kampung halamannya di Solo. Ia berharap, Solo menuju perubahan ke arah yang lebih baik.

"Bukan hanya kulitnya, saya lihat kalau kulitnya (Solo) sudah bagus. Jalan-jalan sudah bagus, sudah banyak hotel-hotel dan kantor. Saya harap rakyatnya juga mendapat perbaikan nasib," ujarnya.

Dengan adanya posko pemenangan Prabowo-Sandiaga di Solo, mantan KSAD itu akan lebih intens berkunjung ke Solo. Bahkan, ia pun tak sungkan akan berkantor di Solo. Karena menurutnya, pimpinan boleh berkantor di mana saja selama bisa mengendalikan daerah dan mampu melaksanakan tanggung jawabnya.

"Saya di Papua boleh, di Jakarta juga boleh. Ada namanya posko mobile, saya inginnya kali ini ke Solo lah nengok rumah saya. Karena walaupun bagaimana, Solo ini daerah asal saya dan membawa inspirasi banyak," tuturnya.

Selain Djoko Santoso, peresmian Posko Prabowo Sandiaga di Solo ini juga dihadiri mantan Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo. Acara peresmian tersebut dihadiri ratusan pendukung pasangan capres nomor urut 02. Bahkan, para pendukung yang terdiri atas emak-emak dan pria itu juga meneriakkan yel-yel ‘Prabowo-Sandi menang.[viva]
© Copyright 2019 Relawan Prabowo | All Right Reserved