Pilpres 2019

11 Januari 2019

Visi-Misi Prabowo-Sandi Berubah, Erick Thohir: Berarti Tak Yakin

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Thohir menuding kubu pasangan Capres-Cawapres bernomor urut 02, Prabowo-Sandi tidak yakin atas visi dan misi yang mereka sempat usung di Pilpres 2019.

Hal itu terkait adanya perubahan visi-misi paslon kubu oposisi tersebut, yang diajukan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Berarti kalau ubah visi-misi last minute, berarti tidak yakin atas visi misinya," ujar Erick di Kantor Wakil Presiden di Jakarta, Jumat 11 Januari 2019.

Mantan Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 ini menyampaikan, hal serupa jelas tidak terjadi di kubu Jokowi-Ma'ruf. Kubu petahana senantiasa yakin bahwa visi-misi yang ditawarkan merupakan visi-misi terbaik.

"Kalau kita visi-misinya tidak diubah-ubah. Sudah yakin," ujar Erick.

Dia menekankan, ketegasan kubu Jokowi-Ma'ruf atas visi-misinya merupakan cerminan hasil kinerja petahana sejak 2014 yang menurutnya sudah gemilang.

"Sudah terbukti hasil kerjanya," ujar Erick. [viva]

Ganjar soal Posko Prabowo di Solo: Bikin Banteng Bangun dan Keluar Tanduk

Jakarta - Politikus PDIP Ganjar Pranowo mengomentari tentang posko Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang resmi didirikan di Solo, Jawa Tengah. Ganjar menyebut posko Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga itu membuat 'banteng-banteng bangun tidur'.

"Buat kita, PDIP, banteng-bantengnya jadi bangun dari tidur dan tanduknya keluar. Sudah saya sampaikan dulu, tidak ada yang ikhlas rumah kita diambil orang," ujar Ganjar di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (11/1/2019).

Jawa Tengah memang dikenal sebagai 'kandang banteng' karena si pemilik logo banteng moncong putih, yaitu PDIP, kerap mendulang suara darinya. Kini kubu Prabowo-Sandiaga bahkan membuat markas di dekat kediaman calon presiden (capres) petahana Joko Widodo (Jokowi).

"Buat kita, biasa saja. Pasti kawan-kawan di kubu Pak Prabowo-Sandi sedang berikhtiar, segala ikhtiar tentu kita hormati," ucap Ganjar.

Ganjar, yang juga Gubernur Jawa Tengah, mengaku mendengar, dalam beberapa hari ke depan, Prabowo-Sandiaga akan membuat acara besar-besaran di Jawa Tengah. Ganjar pun tidak memusingkannya.

"Ya, selamat datang. Kita friend, kita friend," imbuh Ganjar.

Lokasi posko BPN Prabowo-Sandiaga itu juga hanya berjarak 50 meter dari posko PDIP Banjarsari. PDIP juga sempat mengirimkan karangan bunga saat peresmian posko itu oleh Ketua BPN Prabowo-Sandiaga, Djoko Santoso.

"Saya memilih Kota Solo, jujur saja ingin menengok kampung halaman. Mulai umur 18 tahun mendaftar tentara terus nggak pernah pulang," kata Djoko kepada wartawan saat peresmian itu. [dtk]

Lembaga Survei Akan Menyeret Jokowi Bernasib Sama Seperti Ahok

Menjelang pembebasan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dari penjara, Indikator Politik Indonesia tak mau kalah mewarnai jagat pemberitaan dengan mengeluarkan rilis survei terbarunya menyebutkan pasangan Jokowi-Ma'ruf (Jokmar) mengungguli pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (PADI).

Berdasarkan hasil survei periode 1 Agustus 2018 dinyatakan bahwa elektabilitas Jokowi-Ma'ruf sebesar 54,9 persen, sementara Prabowo-Sandiaga di kisaran 34,8 persen.

IPP dikenal lembaga survei yang pernah menjadi pendukung Ahok.

"Ternyata para sindikat survei ini memainkan pola lama susul menyusul merilis keunggulan kandidatnya petahana," ujar pengamat politik dan hukum dari The Indonesian Reform, Martimus Amin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (11/1).

Pada Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 lalu demikian pula. Namun hasil akhirnya tidak pernah akurat.

"Ahok nyungsep kalah dari pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno," ulas Martimus.

Tragisnya, lanjut Martimus, tidak lama usai pemilihan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta putaran kedua, tepatnya pada tanggal 9 Mei 2017 hakim secara bulat menjatuhkan vonis hukuman penjara dua tahun terhadap Ahok yang terbukti telah melakukan penistaan agama.

Mungkin cerita nasib Ahok akan berkata lain jika survei lembaga tersebut akurat. Ahok terbukti memenangi Pilkada. Secara politik ini akan menjadi pertimbangan hakim menjatuhkan vonis bebas atau sekadar pidana bersyarat saja terhadap Ahok.

"Ternyata akibat penipuan survei dari lembaga membuat Ahok bernasib sial dangkalan," cetusnya.

Malah kini, para sindikat lembaga survei ditambah Lembaga Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA yang proposal penawarannya ditolak Prabowo bersatu dengan koor suara sama berusaha mengelabui publik dengan opini-opini rilisnya. Mereka mengklaim petahana Jokmar unggul dan memenangi pertarungan melawan paslon PADI.

"Lembaga survei telah menjadi buta karena duit bayaran. Menafikan data-data akurat terkait pasangan PADI yang selalu dominan dan berjaya mengungguli di seluruh poling media sosial," kritiknya.

Fata bahwa kampanye pasangan PADI sealu gegap gempita dihadiri ratusan ribu lapisan masyarakat luas sepertinya diabaikan. Sementara kampanye pasangan Jokmar hanya dipenuhi undangan bangku kosong.

"Perlawanan rakyat bangkit di mana-mana pose berani mereka simbol dua jari saat berfoto dalam tiap event acara-acara kampanye Jokowi," tegasnya.

Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf stagnan membuat Ketua Tim Kampanye Nasional, Erick Thohir dan Luhut Binsar Pandjaitan tidak segan-segan mengkambinghitamkan cawapres nomor urut 01 itu tidak maksimal berkampanye.

"Sungguh menggelikan. Padahal kiai Ma'ruf awalnya dirayu Jokowi mendampinginya agar ia tidak dianggap jauh dari umat Islam. Ternyata semua itu hanya alat pencitraan belaka. Sebagaimana halnya jokowi menyewa ustaz khusus bisa tampil iman salat," sindirnya.

Ia melihat semua upaya kini dilakukan petahana untuk memenangkan dirinya. Mesin kekuasaan digerakkan dari tingkat atas sampai bawah.

"Polisi, BIN, birokrasi, KPU, dana desa, dana lurah, dana bantuan sosial, dana camat, dana bupati, dana gubernur, dana menteri, sampai dana korupsi, digunakan untuk memenangi pertarungan," tuturnya.

Namun ia meyakini pada akhirnya jua kejahatan pasti akan kalah.

"Sekarang ini Jokmar bukan lagi melawan pasangan PADI, tapi telah berhadapan dengan kekuatan gerakan rakyat semesta. Peran lembaga-survei tidak hanya akan menjerumuskannya dalam kekalahan mengenaskan, tetapi juga menjadikan nasibnya sama seperti Ahok masuk penjara," tutupnya.[rmol]

Tengku Zulkarnain Disarankan Mundur Dari MUI Dan Bergabung Dengan Prabowo

Sangat disayangkan memasuki tahun 2019 atau tahun politik kabar bohong alias hoax masih menghiasa ruang publik. Publik dibuat heboh dengan kabar hoax tujuh kontainer surat suara telah tercoblos.

Dan yang paling disesalkan, informasi itu justru turut disebar melalui cuitan Ustaz Tengku Zulkarnain notabene pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief. Meski belakangan cuitan mereka dihapus.

Berangkat dari situ, massa dari Jaringan Insan Muda Indonesia (JIMI) berunjuk rasa di depan gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI), Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (10/1). Mereka meminta agar MUI mengevaluasi posisi Tengku Zulkarnain karena tidak mampu menjaga marwah MUI.

Koordinator aksi JIMI, Faris dalam aksinya mengatakan, seharusnya sekelas Tengku Zulkarnain melakukan cek dan ricek sebelum memposting kabar tujuh kontainer surat suara telah tercoblos.

"Kenapa informasi yang ternyata hoax itu ditelan mentah-mentah yang belum tentu kebenarannya lalu disebar. Ini bukan karakter ulama, mestinya tabayyun terlebih dulu," ujar Faris.

Pihaknya pun mempertanyakan posisi Tengku Zulkarnain, apakah sudah menjadi partai politik yang mengusung Prabowo-Sandi.

"Tengku Zulkarnain ini anggota MUI atau corong parpol, corongnya Prabowo? MUI harus berbenah jika ingin menjaga marwah MUI, jangan biarkan citra MUI tercoreng," tegas Faris.

MUI diharapkan bisa diisi oleh figur-figur yang bisa membawa kedamaian dan kesejukan bukan kebencian dan permusuhan.

"Sangat miris sekali MUI kok diisi orang demikian, bukannya sampaikan ceramah sejuk dan damai," tambah Faris, sambil menyarankan Tengku Zulkarnain sebaiknya mundur diri dari MUI dan bergabung dengan partai pendukung Prabowo-Sandi. [rmol]

TKN Sebut Visi Misi Baru Prabowo Jiplak Jokowi

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Kyai Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily menanggapi beredarnya sebuah dokumen yang berisi visi misi baru Prabowo-Sandiaga. Menurutnya, visi misi tersebut justru menjiplak visi misi Jokowi-Ma'ruf.

"Dengan dokumen yang berantakan maka pasangan 02 akhirnya lakukan bongkar pasang yang melahirkan dokumen sama sekali baru. Tapi ironinya, bongkar pasang visi misi itu justru terlihat menjiplak visi misi paslon 01," kata Ace melalui pesan singkat, Jumat 11 Januari 2019.

Menurutnya, visi misi tersebut justru menawarkan hal yang telah dikerjakan oleh Jokowi-JK dalam empat tahun ini. Jadi bongkar pasang justru hasilkan karya jiplakan.

"Sehingga timbul pertanyaan mengenai kemampuan pasangan Prabowo-Sandi untuk menghadirkan gagasan segar, orisinal dan otentik. Gagasan mereka justru mengulang ulang apa yang dikerjakan dan dibuktikan Jokowi-JK," kata Ace.

Ia pun mengkritisi tagline pasangan Calon Prabowo-Sandi berubah menjadi Indonesia Menang. Hal ini dianggap paradoks dengan apa yang sering mereka nyatakan berkali-kali dengan nada pesimis: Indonesia Bubar atau Indonesia Punah. 

"Dan ini juga tak otentik karena Pak Jokowi sering menyebut Indonesia sebagai bangsa pemenang. Jiplak lagi. Ini bisa membuat Indonesia bukan menang tapi menjadi ‘Indonesia Menang-is’," kata Ace.

Ia mengatakan mereka tak menawarkan program aksi yang segar. Ia mempertanyakan bagaimana publik bisa mempercayai mereka bila visi misinya saja berubah-ubah.

"Jangan-jangan dekat pencoblosan akan ubah lagi visi misinya. Ini akan menipu rakyat," kata Ace.

Ia mencermati satu persatu visi-misi yang diserahkan ke KPU 99 persen berbeda dengan dibandingkan visi-misi yang sebelumnya. Menariknya gonta ganti visi misi dilakukan 7 hari menjelang debat I.

"Para panelis sudah selesai menyusun pertanyaan yang akan digunakan sebagai bahan debat I. Panelis menyusun berdasarkan visi misi yang lama," kata Ace.

Menurutnya, gonta ganti dokumen visi misi ini memperlihatkan dari awal pasangan Prabowo-Sandi tak siap dengan tawaran gagasan baru. Sebab isinya hanya penuh jargon dan klise.

"Tidak ada terobosan," kata Ace. [viva]

Petani Minta Prabowo-Sandi Setop Impor Gula Jika Menang Pemilu

Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno berkunjung ke Kecamatan Blora di Villa Desa Soko, Jepon, Blora, Jawa Tengah pada Jumat 11 Januari 2019. Di sana, Sandiaga mendengarkan keluhan petani tebu bernama Anton Sudibyo.

Anton meminta agar ada Undang Undang Pangan yang tidak berorientasi impor dan bisa menyebabkan kesulitan bagi petani lokal. Petani tersebut uga meminta ada moratorium impor gula termasuk meminta pencabutan kartu tani yang menurut dia lebih banyak merugikan ketimbang menguntungkan.

"Petani tebu bisa mati dengan mata mendelik pak kalau impor gula terus dilakukan. Mumpung ada pak Sandi, saya juga minta pencabutan kartu tani, tambah kuota pupuk bersubsidi dan harga giling tebu di tahun depan dengan sistem beli putus seharga 70 ribu Rupiah per kwintal," kata Anton kepada Sandi di Blora.

Menanggapi keluhan tersebut, Sandi mengatakan kepada Anton agar tidak khawatir. Sandi mengaku sudah menandatangani kontrak politik dengan para petani tebu di Lumajang yang salah satunya perjanjiannya adalah setop impor dan memberantas mafia gula.

"Dalam berbagai kesempatan saya selalu mengatakan setop impor pangan saat petani panen. Pelemahan ekonomi juga akibat impor yang menggila seolah Indonesia tidak punya sumber daya alam dan sumber daya manusia. Petani, nelayan mengeluhkan soal impor ini. Keluhan yang sama terus saya peroleh dari seribu  titik lebih yang saya datangi di seluruh pelosok Indonesia," kata Sandi.

Menurut Sandi, jika dirinya bersama Prabowo Subianto terpilih menjadi pemimpin di Indonesia maka dia memastikan akan berhenti impor pangan dan berusaha mencukupi pangan dari hasil petani Indonesia. 

"Insya Allah jika 2019 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno terpilih menjadi pelayan rakyat akan mengubah kebiasaan lama ini, yakni setop impor dan utang," lanjut Sandi. [viva]

Trik Nasdem Dongkrak Suara di Pemilu 2019

Ketua Fraksi Nasdem DPRD DKI Jakarta, Bestari Barus mengatakan, calon legislatif harus punya trik sendiri untuk menang dalam pemilu 2019 pada April mendatang. ?

“Petahana harusnya jadi vote gater yang utama. Kita harap petahana kita mendongkrak suara karena kita sudah kerja melayani dan masyarakat sudah mengetahui apa aksi yang sudah kita lakukan kita di masyarakat,” ujar Bestari, di Jakarta, Rabu, 9 Januari 2019.

Bestari menjelaskan, khusus untuk DPRD DKI Jakarta, Nasdem menargetkan 10 kursi. Target tersebut dengan asumsi masing-masing satu kursi untuk 10 dapil di Jakarta, ditambah 5 kursi yang diyakini masih akan diraih para petahana.

“Tentu kita miliki target yang kita anggap dapat kita wujudkan. Pemilu kemarin hanya dapat lima kursi. Saat ini sekurang-kurangnya 10 dapil DPRD terisi kursi satu. Kita meningkatkan maksimal perolehan kursi yang di dapil 2014 sudah ada dapat kursi,” kata Bestari.

Sementara untuk tingkat DPR, ditargetkan setidaknya satu suara di masing-masing dapil Jakarta. Pada Pileg 2014 lalu, Nasdem hanya berhasil menempatkan satu wakil rakyat di DPR diperoleh dari dapil Jakarta, yaitu Ahmad Sahroni.

Sebagai petahana, Ahmad Sahroni diyakini mampu mendulang suara dan bahkan mengangkat elektabilitas Nasdem di Jakarta.

Ahmad Sahroni menambahkan, jika semakin banyaknya kursi DPRD diraih, aspirasi Nasdem untuk perbaikan Jakarta baik kehidupan masyarakat maupun infrastruktur akan lebih dapat disuarakan. [viva]

Beri Kisi-kisi Debat Capres, KPU: Ini Bukan Lomba Pidato

Komisioner Komisi Pemilihan Umum atau KPU, Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan, pihaknya akan mengirimkan kisi-kisi materi debat kandidat kepada pasangan capres cawapres peserta Pemilu 2019.

"Saya rasa, tidak ada alasan untuk menunda-nunda lebih daripada hari ini," kata Pram, saat gladi persiapan debat kandiat di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis 10 Januari 2019.

Pram menjelaskan, kisi-kisi yang diberikan kepada kedua pasangan capres cawapres berisi 20 pertanyaan. Pertanyaan tersebut, merupakan hasil finalisasi dari materi yang disampaikan para panelis.

"Sudah selesai 20 pertanyaan. Dengan daftar pertanyaan yang bukan sama sekali multiple choice dan juga bukan menuntut hafalan," ujarnya.

Menurut dia, debat kandidat yang perdana akan dilakukan pada 17 Januari 2019 nanti, merupakan ruang bagi kandidat capres cawapres menyampaikan visi misinya kepada masyarakat. "Ini sama sekali bukan lomba pidato. Tetapi, memang ingin menggali visi misi para pemimpin calon presiden dan wapres ke depan," ujarnya. [viva]
© Copyright 2019 Relawan Prabowo | All Right Reserved