Nasional

11 Januari 2019

Harga Beras di Pasar Cikini Melesat Sentuh Rp14 Ribu per Kg

Harga beras di Pasar Modern Cikini dan Pasar Tradisional Cikini terpantau semakin menjulang pada Januari 2019 dibandingkan bulan sebelumnya. Harganya bahkan mencapai Rp11 ribu-Rp14 ribu per kilogram (kg) untuk kualitas medium.

Padahal, kemarin, Jokowi mengklaim tren harga beras mulai turun. Di tingkat grosir di Pasar Induk Beras Cipinang, bahkan Jokowi mengklaim harga beras turun Rp50 per kg.

Haryanto, salah satu pemilik toko sembako di Pasar Modern Cikini mengatakan harga beras medium saat ini mencapai Rp11 ribu per kg. Harga ini naik dibanding harga beras pada November dan Desember tahun lalu masih sekitar Rp10 ribu per kg.


"Wajar sebenarnya Januari Februari Maret tuh memang selalu naik karena musim hujan," ungkap Haryanto kepada CNNIndonesia.com, Kamis (10/1).

Harga beras, menurut dia, biasanya baru perlahan turun pada akhir April atau ketika hujan berkurang dan musim panen tiba. Untuk harga beras kualitas premium atau terbaik, Haryanto menjualnya sekitar Rp15 ribu per kg.

"Kalau di sini yang laku yang kelas premium, mungkin karena memang karena kelasnya begitu ya," kata Haryanto.

Kendati demikian, ia merasa omzetnya terus berkurang dalam satu tahun terakhir. Haryanto menganggap kemampuan beli masyarakat sebenarnya belum pulih seutuhnya.

"Kondisi sepi, satu tahun lalu mungkin omzet turun 20 sampai 25 persen. Kalau ada yang bilang ekonomi bagus itu bohong," tutur Haryanto.

Kondisi yang sama dirasakan Iwan, penjual beras di Pasar Tradisional Cikini. Pada Desember 2018, ia membeli satu karung beras dengan kualitas medium sebesar Rp600 ribu, tapi sejak Januari 2019 harganya naik Rp50 ribu per karungnya.

"Satu karung beras isinya 50 kg. Kalau naik Rp50 ribu, jadi satu karung beras menjadi Rp650 ribu. Nah harga per kg nya dibagi saja. Itu kualitas tengah," papar Iwan.

Bila dihitung-hitung, maka masyarakat perlu merogoh kocek minimal Rp13 ribu per kg untuk membeli beras di toko sembako milik Iwan. Namun, Iwan juga memperbolehkan masyarakat membeli secara literan.

"Kalau dijual literan beda Rp1.000, ya ini ada dua pilihan ada yang dijual Rp11 ribu per liter dan Rp12 per liter. Jadi kalau beli kiloan harganya Rp13 ribu sampai Rp14 ribu lah," ungkap Iwan.

Iwan mengatakan biasa membeli dua karung beras untuk satu hingga dua minggu. Komoditas tersebut diakui Iwan tak menjadi penyumbang terbesar bagi pendapatan per bulannya.

"Yang jual beras sekarang sudah semakin banyak, jadi yang beli tidak banyak. Ini kan saya jual sembako, jadi itu bukan jadi andalan juga, nggak terlalu masalah harga naik dan turun sebenarnya," jelas Iwan.

Salah satu pengunjung Pasar Tradisional Cikini bernama Santi mengamini harga beras yang semakin mahal. Beruntung, toko beras di pasar itu memperbolehkan masyarakat membeli secara literan.

"Setiap toko harga beda-beda, saya sempat menemukan beras per liter masih Rp10 ribu, tapi ada juga memang yang Rp11 ribu sampai Rp12 ribu," kata Santi.

Meski naik, Santi mengaku tak mengurangi pembelian jumlah beras karena memang bahan makanan pokok. Ia juga tetap membeli beras di sekitar Cikini karena rumahnya yang tak jauh dari pasar tersebut.

Harga Beras di Pasar Cikini Naik Sentuh Rp14 Ribu per Kg

Harga Beras di Cipinang

Adapun Yono, salah satu pedagang beras di Pasar Beras Induk Cipinang (PIBC) hampir bernasib sama dengan dua pedagang beras di Cikini. Ia mengaku harga beras kualitas medium lokal kini lebih dari Rp10 ribu per kg.

"Kalau yang lokal (beras medium lokal) di atas Rp10 ribu per kg (Januari 2019)," tutur Yono.

Padahal, pada Desember 2018 lalu harga beras medium tak sampai Rp10 ribu per kg. Namun di atas dari Harga Eceran Tertinggi (HET) medium atau lebih dari Rp9.450 per kg.

"(Musim hujan) biasanya begitu (harga naik), tapi masih stabil karena ada operasi pasar dari Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog)," kata Yono.

Sedikit berbeda, Ketua Umum Koperasi Pasar Induk Beras Cipinang Zulkifly Rasyid harga beras medium lokal di Cipinang masih ada yang berkisar Rp9.100-Rp9.200 per kg.

"Harga stabil tidak ada kenaikan yang berarti," ucap Zulkifly.

Meskipun begitu, kekhawatiran gejolak harga beras tetap ada di tengah musim hujan seperti ini. Namun, kalaupun terjadi gejolak, potensi kenaikan harga beras tipis hanya Rp100-Rp200 per kg.

Kestabilan harga beras ini, kata Zulkifly, tak lepas dari keputusan pemerintah untuk mengimpor sejumlah beras tahun lalu. Bila saat itu tak mengimpor, ia memprediksi harga beras saat ini bisa saja jauh lebih tinggi.

Ia pun mengaku belum bisa memastikan apakah harga beras akan turun pada musim panen. Sebab, hal itu akan bergantung pada kualitas beras yang dihasilkan.

"Kalau dari awal bagus, tapi kalau nanti pas panen justru terkena hujan jadi hasil kurang bagus, kuning tidak mulu, itu pengaruh," jelas Zulkifly.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Perum Bulog meninjau gudang beras Bulog. Jokowi cukup percaya diri harga beras akan terus turun dalam waktu ke depan didorong operasi pasar Bulog yang juga berlanjut. Apalagi, jadwal panen raya juga semakin dekat.

"Artinya tren harga beras mulai turun apalagi nanti pada Februari-Maret sudah mulai masuk panen raya. Ini juga akan mempengaruhi pasokan daripada produksi di lapangan," kata Jokowi.. [cnn]

Tekan Kenakalan Remaja, Anies Geber Program Magrib Mengaji

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memerintahkan lurah-lurah di seluruh Jakarta menggeber program salat subuh berjemaah dan magrib mengaji. Program tersebut ditujukan untuk menekan kenakalan remaja, seperti tawuran atau konsumsi narkotik.

Wali Kota Jakarta Selatan, Marullah Matali, mengatakan program tersebut mulai direalisasikan tahun ini. Targetnya, menjadikan masjid sebagai safe house atau tempat aman bagi remaja agar tidak terjerumus dalam kenakalan.

“Sekarang ini banyak sekali, terutama anak-anak muda, melakukan tawuran dan (mengkonsumsi) narkoba,”katanya, kemarin.

Marullah menjelaskan, program subuh berjemaah dan magrib mengaji juga ditujukan untuk menciptakan kerukunan di antara masyarakat. Program ini akan direalisasikan di semua kelurahan di Jakarta, terutama yang rawan kerusuhan serta kejahatan seperti penyalahgunaan narkoba.

Di Jakarta Selatan, pemerintah DKI telah menganggarkan sekitar Rp 1,43 miliar untuk pembiayaan program tersebut di semua masjid di 65 kelurahan. Setiap kali kegiatan, anggarannya Rp 500 ribu. Setiap masjid mendapat jatah melaksanakan empat kali kegiatan dalam sebulan hingga 11 bulan.

Menurut Marullah, sejumlah kelurahan di wilayahnya telah memulai aktivitas program subuh berjemaah dan magrib mengaji pada pekan pertama awal tahun. “Ada beberapa sudah memulai dari pekan lalu,”ujamya.

Nofia Enita, Sekretaris Lurah Rawa Barat, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mengatakan masih membahas waktu pelaksanaan program magrib mengaji tersebut. Sebab, selama ini, sebagian masjid di kelurahan tersebut sudah menyelenggarakan pengajian rutin untuk anak-anak dan remaja. “Biasanya anak-anak sore sudah ngaji. Kan tidak mungkin magrib ada lagi. Pasti capek itu,” ucapnya.

Nofia berupaya menggandeng pengurus karang taruna untuk menjangkau remaja di Kelurahan Rawa Barat agar bersedia ikut program mengaji. Dia berharap program tersebut bisa mengatasi kenakalan remaja seperti tawuran yang kerap terjadi di Rawa Barat. Nofia menambahkan, kelurahan akan memakai dana dari pemerintah DKI guna membayar guru mengaji atau ustad yang berceramah untuk para remaja.

Tahun lalu, Pemerintah Kota Tangerang juga menggalakkan program magrib mengaji mulai pukul 18.00 hingga 19.30. Pada jam itu, orang tua diimbau mematikan televisi dan meminta anaknya berangkat mengaji atau belajar bagi yang tidak ke surau.

Wali Kota Tangerang, Arief Rachadiono Wismansyah, kala itu mengatakan program magrib mengaji diraneang agar pada jam-jam tersebut anak-anak dan remaja tidak berkeliaran di luar rumah. Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kota Tangerang, Felix Mulyawan, mengatakan program magrib mengaji dan belajar itu dipantau 1.325 kader posyandu, guru mengaji, pengurus rukun tetangga, dan rukun warga setempat. Menurut Felix, program itu cukup efektif mengurangi anak-anak yang bermain di luar rumah pada jam-jam tersebut. [aksaran]

Meski Ditindas Cina, Muslim Uighur Bantu Korban Tsunami Selat Sunda 50.000 USD

Indonesia mendapat kunjungan sejumlah Ulama dan aktivis Muslim Uighur (Turkistan Timur) pekan ini. Ketua Majelis Nasional Turkistan Timur di Istanbul, Turki, Seyit Tumturk, menjelaskan kedatangannya ke Indonesia dalam acara ‘Kesaksian Muslim Uighur’ di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta, Kamis (10/1/2019) malam.

Bersama Gulbakhar Cililova—seorang ibu berusia 54 tahun, yang pernah mengalami siksaan dalam tahanan Kamp Konsentrasi rezim komunis Cina selama kurang lebih setahun—Tumturk mengungkapkan pentingnya kunjungan pihaknya ke Indonesia karena sangat terharu dan ingin mengucapkan terima kasih atas serangkaian aksi bela Muslim Uighur yang dilakukan oleh umat Islam di negeri ini.

“Kami sangat bersyukur, alhamdulillah, umat Islam di Indonesia begitu antusiasnya sebagai sesama saudara Muslim untuk memprotes kezaliman dan penindasan yang kami alami. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih,” ucapnya dalam bahasa Turki yang diterjemahkan ke Indonesia di hadapan jamaah tadabbur AQL Islamic Center pimpinan Ustadz Bachtiar Nasir, di Tebet, Jakarta, Kamis (10/1) malam.

Pada kesempatan itu, Seyit Tumturk juga menyampaikan amanah dari 35 juta warga Muslim Uighur yang saat ini menyebar di berbagai negara seperti Turki, Tajikistan, Kazakhstan, Kyrgyizstan, Turkmenistan, Afghanistan, Pakistan, Jerman, Prancis, Finlandia, Australia, dan lainnya. Amanah itu berupa bantuan untuk korban tsunami Selat Sunda sebesar $50.000 (lebih Rp 700 juta).

“Saya atas nama 35 juta warga Muslim Uighur menyampaikan bantuan 50 ribu dolar (AS) untuk korban tsunami di Indonesia,” ungkap Tumturk, yang secara simbolis diterima oleh Ustadz Bachtiar Nasir, mewakili lembaga bantuan kemanusiaan Indonesia yang akan mendistribusikannya untuk korban tsunami Selat Sunda.

“Maasyaa Allah, Muslim Uighur, meski jutaan di antara mereka mengalami penindasan dan siksaan dari rezim Cina di Xinjiang, tapi masih ingat kepada saudara-saudaranya di Indonesia yang juga tengah mendapatkan musibah tsunami,” kata seorang jamaah, terharu.



Sementara Gulbakhar Cililova, seorang ibu, yang pernah menjadi tahanan di kamp konsentrasi Cina berkesempatan memberikan kesaksian terkait penyiksaan yang dia alami selama kurang lebih setahun. Ibu berusia 54 tahun ini bebas setelah pemerintah Tajikistan—negaranya—berhasil membantu membebaskannya dari kamp konsentrasi Cina itu.

Rencananya, Seyit Tumturk dan rombongan juga akan mengunjungi para korban tsunami di Pandeglang, Banten. Selain itu, dalam kunjungan kurang lebih sepekan di Indonesia, Tumturk yang saat ini tinggal di Turki serta Cililova, dan lainnya, akan menyampaikan kesaksian (testimoni) terkait penindasan dan siksaan yang dialami Muslim Uighur di tahanan Kamp Konsentrasi Cina.

Testimoni itu rencananya akan disampaikan melalui audiensi di antaranya ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Muhammadiyah, DPR RI, dan juga dijadwalkan menyapa warga Bandung dan bersilaturahim dengan tokoh-tokoh Islam di Kota Paris Van Java itu.

Seyit Tumturk dan Gulbakhar Cililova dijadwalkan pula menjadi nara sumber dalam acara Diskusi Publik bertajuk ‘Kesaksian dari Balik Tembok Penjara Uighur’ di Jakarta pekan ini. Akan hadir sebagai pembicara para tokoh dan aktivis HAM internasional dan Indonesia.

Di samping itu, mereka akan diterima media nasional dan internasional di Jakarta serta organisasi jurnalis Islam.



Sementara, pekan ini juga, rombongan Ulama Turkistan Timur disertai aktivis Uighur mengunjungi Indonesia. Para Ulama Muslim Uighur yang melakukan serangkaian silaturahim itu adalah:

  1. Dr Ataullah Shahyar (Presiden Persatuan Ulama Turkistan Timur/Uighur, Dosen Universitas  Marmara, Istanbul, Turki).
  2.  Dr Abdussalam Alim (Ketua Persatuan Ulama Turkistan Timur/Uighur di Australia).
  3.Syaikh Sirajudden Azizi (Wakil Presiden Persatuan Ulama Turkistan Timur/Uighur dan President Uyghur Research Foundation).
  4. Abdulahad Ucat (Sekjen Persatuan Ulama Turkistan Timur/Uighur).
  5. Hidayet Oguzhan (President of East Turkistan Maarif Association, Ketua Persatuan LSM Turkistan Timur).

Selain melakukan kunjungan ke sejumlah tokoh, ormas/lembaga-lembaga Islam di Indonesia dan DPR RI, rombongan Ulama dan aktivis Uighur ini juga dijadwalkan bersilaturahim dengan organisasi jurnalis Islam. (salam-online)

Laba Pertamina Anjlok 81% Jadi Rp 5 T, Ini Sebabnya

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akhirnya membuka kondisi keuangan PT Pertamina (Persero). Dari data kementerian diketahui, di kuartal III-2018 ini perusahaan migas pelat merah ini hanya mampu membukukan laba Rp 5 triliun.

Laba ini merosot sekitar 81% dibanding yang bisa dicapai perseroan di periode serupa tahun lalu, di mana Pertamina membukukan laba US$ 1,99 miliar atau setara Rp 26,8 triliun.

Kementerian BUMN sendiri tidak mau berkomentar banyak soal merosotnya laba Pertamina. "Ini sampai dengan kuartal III. Tapi sektoral dan spesifiknya biar deputi yang jelaskan," ujar Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kemneterian BUMN, Aloysius Kiik Ro, saat paparan di kantornya, Selasa (4/12/2018).

Sebenarnya apa yang bikin laba Pertamina anjlok?

Faktor utama turunnya kinerja keuangan Pertamina adalah kenaikan harga minyak dunia. Dalam sebuah riset perbankan dalam negeri  yang diterbitkan Juli 2018 pernah disebut setiap harga minyak Brent naik US$ 1 per barel, Pertamina merugi Rp 2,8 triliun.

Begitu juga dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar, setiap dolar menguat Rp 100 terhadap rupiah Pertamina dihitung berpotensi rugi operasional Rp 1,6 triliun.

Soal harga minyak yang jadi penyebab juga sempat diungkap oleh Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno. "Harga minyak dunia naik. Meski harga minyak yang naik tersebut menyebabkan pendapatan di sektor hulu migas naik, itu belum cukup untuk menjadi kompensasi pendapatan di sektor hilir," katanya, beberapa waktu lalu.

Memang agak beda dengan perusahaan migas lainnya, di mana kenaikan harga minyak justru menguntungkan, buat Pertamina kenaikan harga minyak justru bikin pusing.

Sebab, perusahaan ini memiliki beban di hilir yang lebih besar sementara produksinya di hulu terus merosot.

Belakangan, harga minyak dunia menurun lebih dari 20%. Menanggapi hal ini, VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Adiatma Sardjito, menilai penurunan harga minyak merupakan angin segar bagi perusahaan. Tentunya, hal ini akan sangat memengaruhi keuangan perusahaan.

"Alhamdullilah, (harga minyak turun), ditambah Rupiah juga belakangan menguat cukup baik, jadi ini baguslah," ujar Adiatma kepada CNBC Indonesia saat dihubungi, Jumat (9/11/2018).[cnbc]

Allahu Akbar! Lama Ditutupi, Akhirnya Terkuak Fakta Prabowo Rajin Sholat Tahajjud

Ikhlas dalam beribadah adalah kewajiban setiap muslim. Tanpanya ibadah atau amal shaleh akan sia-sia, bahkan berakibat siksa. Allah berfirman:

فَمَنْ كَانَ يَرْجُوا لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya.” (QS. Al Kahfi [18]: 110)

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus.” (QS. Al Bayyinah [98]: 5)

Menyembunyikan amal adalah cara paling efektif agar amal shaleh yang kita lakukan dapat terhindar dari riya.

Ibadah yang dilakukan di tempat yang jauh dari pandangan manusia, hanya kita dan Allah saja, akan menjadikan hati lebih tenang dan tidak sibuk mengharap penilaian manusia.

Beribadah dengan cara ini hanya mampu dilakukan oleh orang-orang jujur dalam keimanannya. Ia adalah bukti keimanan dan kecintaan mereka yang sangat dalam kepada Allah.

Dan Capres terkuat 2019 Haji Prabowo Subianto termasuk ke dalam orang-orang yang selalu menyembunyikan amal ibadah yang ia lakukan. Beliau sama sekali tidak suka untuk memamerkan Sholatnya kepada umat Islam.

Sementara orang-orang munafik, mereka tidak akan mampu melakukannya, karena mereka senantiasa membangun ibadahnya diatas riya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa diantara kalian yang mampu untuk beramal shaleh dengan sembunyi- sembunyi, maka lakukanlah.” (HR Ahmad dalam Az Zuhdu, dishahihkan al Albani)

Prabowo memang dilahirkan dari keluarga yg beragam.  Keberagaman ini yg membuat pihak lawan sering memanfaatkannya sebagai sasaran tembak dalam konteks sikap keberagamaan seorang Prabowo.

Dalam masa menjelang Pilpres, sbg Seorang muslim, sering ke-musliman nya ini dipersoalkan oleh kubu lawan.

Tuduhan yg sering muncul adalah "Prabowo tidak shalat atau tidak bisa shalat", hanya karena ia berbeda dengah Capres lain yang sangat gemar nempublikasikan foto-foto saat sedang Sholat, demi tujuan pencitraan.

Bahkan beberapa lembaga survey saking kurang kerjaan dan upaya mencari job, melakukan Survey ttg sikap keberagamaan antara Prabowo dan Jokowi. Lembaga survey itu dalam kesimpulannya menyatakan bahwa Jokowi lebih Islam ketimbang Prabowo.
Kita jadi berpikir lembaga survey ini sedang berusaha menjadi "Tuhan".

Celakanya saking kehilangan bahan dan issue untuk menyerang pak Prabowo, sudah dikatakan tidak shalat, mereka mengatakan bahwa Prabowo itu di belakangnya HTI dan ingin membangun Khilafah ... Lho ... !!! Ini dua pernyataan yg bertentangan ... Tidak shalat tapi dikatakan HTI dan Khilafah ...

Itu pernyataan dan tuduhan orang-orang yg bingung dan kalap, kehilangan akal.

Dalam suatu forum pengajian yg digelar oleh ormas Melati Putih Indonesia, kemarin sore, 2 November 2018,  tokoh utama yg diundang untuk hadir adalah Pak Djoko Santoso.

Mantan Panglima TNI ini yg juga dalam kariernya sarat dg tugas di berbagai pertempuran, yg masih membekas di bagian kakinya.

Jenderal yg tegas dgn penampilannya tampak pendiam dan tidak banyak omong ini, di luar dugaan dalam sambutannya disampaikan dg penuh seloroh dan penuh guyon.

Sambutannya sangat sarat dg pemahaman yg dalam ttg Islam, bicara tentang persaudaraan, persatuan dan nilai-nilai kebangsaan, yg berangkat dari potongan Surat yg dibacakan oleh Qari'ah ketika pengajian ini di awal pembukaan ... Wa'tasimu bi hablillah jami'a - wa la tafarraqu ...

Yang menarik adalah ceritanya tentang Pak Prabowo selama diikuti oleh Pak Djoksan sebagai salah satu Perwira bawahannya.

"Setiap pak Prabowo mengirimkan satu regu untuk melakukan penyusupan ke daerah yg dikuasai lawan, selalu dilakukan pada malam hari. Saat pasukan tersebut menjalankan tugasnya, pak Prabowo selalu mengajak dan memerintahkan kepada pasukan yg tinggal di basecamp untuk melakukan shalat malam. Hal ini penting selain meminta perlindungan kepada Allah thd misi yg dijalankan secara keseluruhan, juga untuk memohon agar pasukan yg tengah menjalankan tugas penyusupan tsb dapat menjalankan tugasnya dg baik dan dapat kembali dg selamat".

Masya Allah... ternyata itu yang dikerjakan Prabowo di keheningan malam, melakukan Sholat Tahajjud menghadap Tuhan Semesta Alam, Allah SWT, tanpa membawa wartawan apalagi untuk memfoto dan memamerkannya.

Shalat malam adalah amal shaleh yang istimewa. Keistimewaan yang dimiliki shalat malam ini diantaranya adalah karena seorang hamba akan melakukannya dengan jauh dari pandangan manusia. Saat kebanyakan manusia terlelap dalam tidur mereka, ia bangun untuk melaksanakan perbuatan yang sangat dicintai oleh Tuhannya, meninggalkan panggilan syahwatnya yang mengajak untuk menikmati kenyamanan tidur, semata-mata karena Allah azza wa jalla.

عن أَبي يوسف عبد الله بن سلام – رضي الله عنه -، قَالَ : سَمِعْتُ رسول الله – صلى الله عليه وسلم -، يقول : (( يَا أيُّهَا النَّاسُ ، أفْشُوا السَّلاَمَ ، وَأطْعِمُوا الطَّعَامَ ، وَصِلُوا الأرْحَامَ ، وَصَلُّوا والنَّاسُ نِيَامٌ ، تَدْخُلُوا الجَنَّةَ بِسَلاَم ))

Dari Abu Yusuf Abdullah bin Salam radhiyallahu ‘anhu ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai manusia, tebarkanlah salam, berilah makan, sambungkanlah silaturahmi, shalatlah ketika manusia tertidur, engkau akan masuk surga dengan keselamatan.”

Dari cerita yg sedikit ini saja, apa sebenarnya yg ingin disampaikan oleh pak Djoko Santoso ? Shalat malam itu pada dasarnya shalat yg bersifat sunah mu'akad. Shalat sunah saja "diwajibkan" oleh Prabowo, tentu apalagi shalat wajib lima waktu.

Untuk membantah tuduhan pihak lawan ttg pak Prabowo tidak shalat, tidak dg cara langsung membantah, tapi dilakukan dg bercerita berdasarkan pengalamannya selama mengikuti dan mendampingi  pak Prabowo di berbagai front pertempuran.

Satu hal lagi, sangat santer cerita di kalangan para perwira bawahan pak PS, setiap akan berangkat ke medan tugas, pak Prabowo terbiasa untuk terlebih dahulu sowan ke pemuka agama, spt Kiyai dll.  Untuk mohon do'a restu.  Banyak Kiyai yg dijadikannya sebagai guru untuk belajar dan mendalami ajaran Islam.

Salah satu Ulama yg sangat akrab hubungannya dg pak PS adalah Aa Gym, hubungan yg terjalin dg kental ini dibangun  sejak awal tahun 90an ketika pak PS di Kopassus, sampai sekarang.

Jadi bila Kubu Jokowi mengatakan bahwa pak Prabowo tidak shalat - kita tertawakan saja. Kalau dikatakan bahwa Jokowi itu ke-Islamannya lebih kental dari pak Prabowo, anggap saja sebagai lucu-lucuan.

Yang namanya shalat, akan terwujud secara langsung pada perilaku sehari-hari "Inna shalata tanha anil fahsya'i wal munkar" ... Shalat itu mencegah dari perbuatan yang keji dan munkar.

Yang paling sederhana, bandingkan lah perilaku antara Jokowi dan pak Prabowo,  siapa yg suka memenjarakan ulama? Siapa yg anti Islam? Siapa raja bohong? Siapa  yg menyengsarakan rakyat? siapa paling sering melempar Hoax? ... Hoax pada dasarnya dapat memecah belah bangsa apalagi dalam konteks kepentingan bangsa dan negara.

Dan ini sangat disadari oleh seorang Prabowo. Ia memahami apa makna dari  "wa'tasimu bi hablillahi jami'a - wa la tafarraku".

Itu pula sebabnya seorang Prabowo akan terus merangkul pihak mana pun yg punya niat sama untuk membangun bangsa ini ke depan ke arah yg lebih baik, untuk menegakan kedaulatan bangsa dan negara.

Ini salah satu makna yg dihayatinya dari ayat al-Qur'an tersebut, S. Ali Imran 103.

Kedua orang Jenderal tsb, baik pak Prabowo mau pun pak Djoko Santoso,  sangat memahami apa arti dari persatuan dan kebangsaan, sbg implementasi dari Ayat Al-Qur'an tersebut "berpegang erat lah kepada tali Allah dan jangan berpecah belah ..."

Jadi kalau masih saja ada pihak-pihak  yg mengatakan bahwa pak Prabowo itu tidak shalat, lihat saja perilakunya - karena shalat itu tidak perlu dipublikasikan atau pun dipotret lalu diberitakan besar-besar.

"Inna Shalata Tanha Anil Fahsya'i wal Munkar"

lFastabiqul Khairat. [fkc]

Mendag: Garam Lokal Banyak Busanya, Kalau Buat Infus, Pasien Bisa Mati

Kegiatan impor, khususnya garam, yang dilakukan pemerintah selama ini bukan tanpa alasan. Sebab, garam lokal disebut tidak memenuhi persyaratan industri dalam negeri. Demikian disampaikan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

"Kementerian Perindustrian tidak mungkin meminta rekomen impor kalau bisa gunakan garam dengan NaCl yang rendah. Persoalannya, kalau garam infus diambil dari daderah Pantura, yang sudah terkontaminasi, yang ada pasien mati," katanya saat ditemui di Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Kamis (10/1).

Selain itu, Enggar juga menambahkan, garam lokal cenderung memiliki busa. Penyusutannya juga mencapai 25 hingga 30 persen. Karenanya, para pelaku industri butuh garam impor dengan kualifikasi yang baik.



"Coba nanti kalau berhenti di Cirebon dan lihat bagaimana garam rakyat diolah, Anda akan lihat itu dibersihkan isinya busa semua. Lebih dari 2 sampai 3 kali dibersihkan juga masih berbusa. Bayangkan kalau busa itu dimasukkan ke jarum infus, mati kita, dimakan aja enggak sehat," tambahnya.

Apalagi, menurutnya, kesadaran masyarakat saat ini akan kesehatan dalam berbagai hal termasuk bahan baku yang digunakan sangat penting. Hal ini yang sering tidak dilihat oleh kalangan yang sering mempertanyakan kenapa Indonesia masih butuh impor garam.

"Kita juga enggak akan mau melakukan impor kalau tanpa alasan. Ya, doakan saja semoga penjelasan ini bisa diterima sama yang marah-marah tanpa kejelasan," tutupnya. [kpc]

Ketika Kasus Vanessa Angel Diseret Dalam Pusaran Pilpres

Kasus prostitusi online yang melibatkan artis Vanessa Angel menjadi bahan pembicaraan sejumlah warganet.

Bahkan, komentarnya bermacam-macam. Ada komentar nyaris tidak terkontrol, bahasanya vulgar, ada juga yang menyeretnya ke wilayah politik Pilpres 2019.

Misalnya, seperti yang disampaikan pegiat media sosial yang juga pendukung Jokowi, Denny Siregar di akun Twitter miliknya @Dennysiregar7.

"Habis bayar sekali crot 80 juta, terus teriak, "jaman Jokowi apa-apa mahal !!" tulis Denny Siregar seperti dilansir RMOLJatim, Kamis (10/1).

Rekan Denny Siregar yang juga sama-sama pegiat medsos dan pendukung Jokowi, Permadi Arya alias Abu Janda juga menyampaikan hal yang serupa, sembari menyerempet paslon Prabowo-Sandi.

"Masih banyak yang sanggup bayar apem 80 juta sekali tembak adalah bukti Pak Prabowo dan Sandiaga Uno nebar hoax dengan mengatakan 'rakyat makin miskin'," ungkap Abu Janda di akun @permadiaktivis.

Pegiat medsos yang pernah diundang Jokowi ke Istana, Afi Nihaya Faradisa tidak mau kalah. Afi yang pernah menjadi perbincangan karena kasus plagiarisme, menulis panjang lebar tentang kasus Vanessa yang diunggah di akun Facebook.

Salah satu poin yang disampaikan Afi yaitu menganalogikan kasus Vanessa layaknya hukum pasar pada bidang ekonomi.

"Ada permintaan, ada penawaran. Hukum pasar dalam bidang ekonomi pasti seperti itu. Dan VA berhasil melampaui hukum pasar tersebut, dia menciptakan pasarnya sendiri. Dia yang memegang kontrol dan otoritas atas harga, bukan konsumennya," tulis Afi

"Saya justru penasaran bagaimana VA membangun value/nilai dirinya, sehingga orang-orang mau membayar tinggi di atas harga pasar reguler. Seperti produk Apple Inc. atau tas Hermes- kita bisa belajar dari sana," demikian Afi. [rmol]

Ramai-ramai Desak Jokowi, Usut Kasus Novel dan Lindungi KPK

Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah meminta Komisi Pemberantasan Korupsi tak gentar dengan adanya teror terhadap dua pimpinan lembaga antikorupsi tersebut, Agus Rahardjo dan Laode M Syarif.

Organisasi otonom Muhammadiyah itu mendukung KPK untuk terus memberantas korupsi di Indonesia. Secara simbolis dukungan ini ditunjukkan PP Pemuda Muhammadiyah dengan memberikan tiga buah borgol kepada KPK. Tiga borgol tersebut diterima oleh Jubir KPK, Febri Diansyah di kantor KPK, Jakarta, Kamis, 10 Januari 2019.

"Sebagai simbolnya kami akan berikan oleh-oleh berupa borgol kepada KPK. Ada tiga buah," kata Sekjen PP Pemuda Muhammadiyah, Dzulfikar A Tawalla.

Fikar, sapaan Dzulfikar menjelaskan, masing-masing borgol memiliki makna tersendiri. Satu borgol merupakan simbol dukungan pengusutan kasus teror terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Satu borgol bentuk dukungan pengusutan kasus teror terhadap Agus dan Laode.

"Borgol ketiga ini (dukungan) penegakan hukum simbol penegakan hukum pelaku koruptor. Saya serahkan kepada Febri (juru bicara KPK)," ujarnya.

Fikar menyatakan, Pemuda Muhammadiyah mendukung KPK tetap berkonsentrasi menuntaskan pengusutan kasus-kasus korupsi yang sedang ditangani. Termasuk kasus-kasus mega korupsi seperti kasus Century dan BLBI.

"Kami meminta KPK untuk melanjutkan dan menuntaskan kasus yang selama ini mendapat perhatian masyarakat," ujar Fikar.

Selain itu, Pemuda Muhammadiyah juga meminta Presiden Joko Widodo agar memberikan perhatian serius terhadap agenda pemberantasan korupsi. Pemuda Muhammadiyah juga mendesak Polri untuk segera mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

"Karena kami menilai bahwa teror bom di rumah kedua pimpinan KPK merupakan peristiwa yang memiliki keterkaitan," kata dia.

Dukungan terhadap KPK juga disampaikan sejumlah tokoh dari Koalisi Masyarakat Sipil.

Lima tokoh yakni mantan Wakil Ketua KPK Erry Riyana Hardjapamekas, mantan penasihat KPK Said Zainal Abidin, Direktur Eksekutif Indonesia Institut for Corporate Directorship Vita Diana, aktivis sosial HS Dillon, dan guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Mayling Oey secara langsung bertemu pimpinan KPK untuk memberikan dukungan.

Erry mengaku kehadirannya bersama sejumlah tokoh ini untuk mendukung seluruh pegawai dan pimpinan KPK untuk tetap bekerja memberantas korupsi. Dalam pertemuan dengan pimpinan KPK, Eri memastikan seluruh pegawai dan pejabat lembaga antikorupsi tidak terganggu sedikit pun dengan teror terhadap Agus dan Laode.

"Mereka tetap bekerja seperti biasa, demikian pula dengan para pegawainya," ujar Erry.

Para tokoh ini mendesak Jokowi dan jajarannya mendukung pengusutan kasus teror ini hingga tuntas dan menyeret pelaku teror ke pengadilan. Hal ini lantaran teror terhadap Agus dan Laode mengancam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

"Di sisi lain, kami mengambil hikmah dan pimpinan KPK juga sependapat ini justru membangunkan kita semua betapa pentingnya dan betapa tidak boleh lengahnya kita untuk terus mengawal agenda pemberantasan korupsi yang antara lain diwakili oleh upaya-upaya yang dilakukan oleh KPK," kata dia.

Dalam kesempatan sama, Said Zainal menambahkan, teror terhadap Agus dan Laode merupakan perbuatan keji dan diharapkan tidak terjadi kembali. Meski demikian, Said Zainal meyakini teror itu tidak akan mematahkan semangat KPK dalam memberantas korupsi.

"Jadi (teror itu) adalah tindakan yang sia-sia," tegasnya.

Said Zainal berharap teror terhadap Agus dan Laode menyadarkan pemerintah untuk mendukung penuh pemberantasan korupsi termasuk melindungi seluruh pegawai dan pejabat KPK. [viva]
© Copyright 2019 Relawan Prabowo | All Right Reserved