Relawan Prabowo

Nasional

Ads

Hukum

Khazanah

Pilpres 2019

Opini

11 Januari 2019

Amien Rais: KPU, Please Jangan Sok Kuasa

Sikap Komisi Pemilihan Umum (KPU) menolak perubahan draf visi misi pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno disayangkan Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais.

Mantan ketua MPR itu meminta KPU untuk tidak keras kepala dan mau menerima perubahan yang hanya bersifat teknis tersebut.

"Saya katakan, (KPU) please jangan sok kuasa," ujarnya di Kantor DPP PAN, Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat (11/1).

Amien kemudian menyoroti beragam inkonsistensi sikap KPU. Seperti perubahan sikap teranyar mereka yang membatalkan acara penyampaian visi misi calon.

Mantan ketua umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah itu pun mengingatkan KPU untuk tidak berat sebelah, sehingga pemilu berjalan baik.

"Saya hanya wanti-wanti saudara-saudara KPU, anda hanya pelaksana," tukasnya. [rmol]

PKB: Suara Sudirman Said di Jateng Terdongkrak Ida Fauziyah

Jakarta - PKB, salah satu partai politik yang mendukung Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, mengungkit kemenangan Ganjar Pranowo dalam Pilgub Jawa Tengah (Jateng) 2018. Kemenangan Ganjar itu dikait-kaitkan PKB dengan Pemilu 2019.

Ganjar, yang berpasangan dengan Taj Yasin, unggul atas calon lainnya, termasuk Sudirman Said, yang berpasangan dengan politikus PKB Ida Fauziyah. Saat itu Sudirman-Ida mendulang suara di atas 40 persen, tapi tak mampu mengungguli Ganjar-Yasin.

"Itu bukan (suara untuk) Pak Sudirman Said, tapi Bu Ida karena basisnya lebih banyak Bu Ida. Di sana PKB dan NU besar," ucap Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding di Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (11/1/2019).

Klaim itu kemudian diasosiasikan pada gelaran Pemilu 2019. Terlebih pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno baru-baru ini mendirikan posko pemenangan di Solo, Jateng, yang berdekatan dengan kediaman Jokowi. Jateng merupakan kandang banteng.

Karding pun menilai, bila acuan Prabowo-Sandiaga melihat perolehan suara Sudirman-Ida saat Pilgub Jateng, itu tidak bisa ditarik garis lurus pada Pemilu 2019. Sebab, menurut Karding, suara Sudirman-Ida lebih dari 40 persen itu mayoritas milik Ida.

"Jadi nggak bisa kemudian itu linier, itu disamakan. Suara Bu Ida, sebagai Direktur Relawan Perempuan, pasti," ucap Karding.

Untuk itulah Karding menilai manuver Prabowo-Sandiaga yang membangun posko di Jateng itu tidak perlu dikhawatirkan. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, diyakini Karding, tidak akan terpengaruh.

"Itu dalam politik namanya psywar saja. Jadi psywar agar memecah konsentrasi. Kemudian juga mengalihkan titik tembak, TKN ke mana. Tapi kita ini sebagai tim sudah punya narasi sendiri, sudah  punya strategi sendiri. Mau dibangun berapa posko pun kita tidak terpengaruh," ujar Karding. [dtk]

Di Pesantren Rembang, Sandi Janjikan Pemberdayaan Ekonomi Umat

Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan, ekonomi umat, pemberdayaan pesantren, dan mencetak santripreneur adalah program yang akan direalisasikan jika amanat menjadi pelayan masyarakat 2019-20124 di berikan padanya.

Hal ini disampaikannya saat bersilaturahmi di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Wahdah di Lasem, Rembang, Jawa Tengah, Jumat (11/1/2019).

"Ini menjadi pekerjaan rumah paling besar bagi Indonesia, yakni reformasi ekonomi umat dan menggerakkan ekonomi rakyat. Untuk itu dibutuhkan pemerintahan yang kuat dengan kepemimpinan yang tegas dalam menjalankan program ini," terang Sandi dalam keterangannya.

Menurut Sandi, pesantren adalah sektor penting dalam ekosistem perjalanan ekonomi bangsa ini. Dan peran yang begitu penting dalam menggerakkan ekonomi umat. Hingga kini peran itu masih terasa denyutnya. Beberapa pesantren, kata dia, sudah mandiri, berdiri sendiri dengan swasembada pangan, energi, bahkan air.

"Dalam perjalanan menyerap aspirasi, saya melihat beberapa pesantren mampu mandiri memenuhi kebutuhan hidup para santrinya dengan memanfaatkan lahan yang ada. Dari sayur mayur, ikan, tebu hingga air. Bahkan ada yang menggunakan energi surya untuk memenuhi kebutuhan listrik pesantren tersebut," ungkapnya.

Menurut Sandi, 1 persen dari populasi Indonesia menguasai lebih 50 persen ekonomi. Dia berjanji akan Mengurangi ketimpangan yang ada. Kebijakan yang sangat liberal, membuat yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin. Utang semakin besar, dominasi asing, kepentingan asing semakin terasa.

Mengurangi ketergantungan pada asing adalah dengan memberdayakan potensi ekonomi Indonesia.

"Industri halal berpotensi menghasilkan pendapatan Rp 4.000 triliun. Indonesia masih nomor lima. Ini adalah potensi besar bagi kita dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia Saya akan openi betul pesantren. Republik ini punya utang besar pada pesantren. Pesantren Insya Allah akan kami jadikan Kawah Candradimuka pemimpin bangsa ini dan mencetak para santri yang menciptakan lapangan kerja, bukan mencari kerja," jelas Sandi.

Sandi diterima dengan hangat oleh pemgasih Ponpes Al Wahdah Gus Affas Baidhowi. Hadir juga KH Najih Maimun Zuber, dan KH. Wafi Maimun dari Sarang, Gus Aam Wahib Surabaya, dan Gus Sholah Banyuwangi. [dtk]

Prabowo Buka Posko Dekat Rumah Jokowi, Moeldoko: Ganggu Pemandangan

Jakarta - Posko Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendirikan salah satu pos pertempuran yang terletak di Desa Sumber, Solo, Jawa Tengah. Posko itu berada dekat dengan kediaman Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Moeldoko mengaku tidak gentar menghadapi strategi kubu Prabowo itu. Ia malah menyebut posko tersebut mengganggu pemandangan.

"Yang di Solo itu ya? Nggak takut, cuma ganggu pemandangan aja," ujar Moeldoko di Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (11/1/2019).

Masih dalam kesempatan yang sama, Moeldoko enggan mengomentari lebih jauh soal tagline 'Indonesia Menang' yang dipakai Prabowo-Sandiaga.

"Nggak ngerti, apakah miskin ide atau gimana, saya nggak ngerti," ucapnya.

Seperti diketahui, tagline itu tertuang dalam dokumen visi-misi yang sudah diperbarui kubu Prabowo. Namun dokumen itu ditolak KPU karena sudah melewati batas waktu pengajuan. Moeldoko kembali tak menanggapi lebih lanjut soal dokumen yang baru disertakan menjelang debat perdana.

"Fotokopi lebih mudah daripada berpikir, kan begitu," kata Moeldoko.

Posko BPN Prabowo-Sandiaga, yang dibuat di dekat kediaman Jokowi, baru saja diresmikan. Peresmian dilakukan langsung oleh Ketua BPN, Djoko Santoso, siang tadi sebelum salat Jumat.

Baca juga: Djoko Santoso Resmikan Posko Prabowo-Sandi di Dekat Rumah Jokowi

Seusai peresmian, mantan Panglima TNI itu menyampaikan alasannya mendirikan posko di Solo. Djoko mengaku tak memiliki alasan khusus, melainkan hanya ingin menengok kota asalnya, Solo.

"Saya memilih Kota Solo, jujur saja ingin menengok kampung halaman. Mulai umur 18 tahun mendaftar tentara terus nggak pernah pulang," kata Djoko kepada wartawan. [dtk]

Moeldoko Kritik Posko di Solo, Tim Prabowo: Tak Ganggu Keindahan Kota

Jakarta - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Moeldoko, menyebut posko Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Solo, Jawa Tengah, mengganggu pemandangan. BPN Prabowo-Sandiaga menduga ada maksud lain di balik pernyataan Moeldoko.

"Mungkin maksudnya ganggu elektabilitas. Karena posko yang kami dirikan kami jamin tidak mengganggu keindahan Kota Solo," kata juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Suhud Alynudin, kepada wartawan, Jumat (11/1/2019).

Suhud menjamin posko BPN Prabowo-Sandi di dekat rumah Jokowi itu tak mengganggu keindahan Solo. Ia menjelaskan pembukaan posko itu merupakan wujud keseriusan tim Prabowo-Sandi untuk mendongkrak elektabilitas sang capres-cawapres.

"Pembukaan posko itu merupakan wujud keseriusan BPN untuk terus mendorong tren elektabilitas Prabowo-Sandi yang terus naik," ujarnya.

Selain itu, lanjut Suhud, posko di Solo itu diharapkan menjadi pemicu bagi parpol pengusung Prabowo-Sandi untuk bekerja lebih keras menghadapi Pemilu 2019.

"Kehadiran posko di Solo juga diharapkan memacu adrenalin tim kampanye partai-partai pendukung Prabowo-Sandi untuk bekerja lebih keras lagi," kata Suhud.

Moeldoko sendiri mengaku tidak gentar menghadapi strategi kubu Prabowo itu. Ia malah menyebut posko tersebut mengganggu pemandangan.

"Yang di Solo itu ya? Nggak takut, cuma ganggu pemandangan aja," ujar Moeldoko di Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. [dtk]

Elektabilitasnya Terbang Tinggi, Prabowo akan Memberikan yang Terbaik Bagi Rakyat

Bicara elektabilitas adalah bicara angka. Ada pedoman matematika disana. Logika akan menjadi pilar sehat yang menyanggah semua argumentasi ilmiah. Pilihannya harus benar, tak boleh salah.

Mau dijelaskan dalam bahasa apapun, rangkaian kata maupun grafik statistik, elektabilitas tetap bersumbu pada alasan-alasan yang rasional. Tak ada fiksi, semua harus nyata.

Prabowo seorang ahli strategi perang. Pendidikan dan pengalamannya dalam bidang kemiliteran mengasah kemampuannya dalam menghitung dan berkalkulasi secara cermat ketika menghadapi lawan.

Tapi dalam berdemokrasi menghadapi Jokowi, tak sedikitpun Prabowo menggunakan logika perang. Ia tak mengukur Jokowi sebagai lawan tempur. Prinsip Prabowo adalah singkat, memberikan yang terbaik bagi rakyat, jika rakyat senang, maka ia sudah merasa menang, walaupun 2014 lalu ia ditelikung dengan cara-cara yang curang.

Demi rakyat, Prabowo selalu mengalah. Demi rakyat, Prabowo tak pernah merasa kalah. Ia mengerti, akan datang suatu masanya nanti, rakyat menyadari, apa yang sesungguhnya tengah terjadi.

Tak perlu dipaksa rakyat untuk memahami apa yang dirasakannya sendiri. Biarkan waktu yang mendidik dan mengajari, bahwa kejujuran dan ketulusan hati tak akan pernah dapat tertukar dengan pencitraan diri.

Ketika memilih Sandiaga sebagai wakilnya, Prabowo disudutkan dengan situasi yang sarat dilema. Ia tau betul bahwa ia akan dituduh menghianati ulama. Namun jika ia mementingkan syahwat politiknya, negerinya terancam disintegrasi bangsa.

Tapi keyakinan bahwa Tuhan beserta mereka yang benar akhirnya tetaplah menjadi yang paling benar. Emas dan besi tak akan pernah tertukar. Semua tipu muslihat jahat para pengianat akhirnya terbongkar. Dan Allah jualah sebaik-baiknya pembuat makar.

Itulah sebabnya mengapa elektabilitas Prabowo semakin meninggi. Kearifannya menggunakan strategi hati mengantarkan pilihannya pada Sandi. Saat ia harus secepatnya memperbaiki nasib bangsa dan kedaulatan negeri, maka ia perlu Garuda muda yang mampu membawanya melesat cepat terbang tinggi, bukan Kerbau tua yang nyaris tidak lagi mampu berdiri. [indo]

Jokowi Kaget Dengar Penghasilan Guru Masih Rendah

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersilaturahmi dengan 371 orang dari Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI). Jokowi mendapat laporan mengejutkan bahwa masih ada guru bergaji di bawah UMR.

"Mereka pejuang pendidikan, Pak. Mereka rata-rata berpenghasilan Rp 300-400 ribu per bulan yang belum bersertifikasi. Yang sudah bersertifikasi sudah setara dengan UMK," ujar Pembina PGSI, Abdul Kadir Karding, di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (11/1/2019).

Jokowi, yang kemudian dipersilakan berpidato, merespons laporan yang disampaikan Karding. Jokowi seolah tidak percaya ada guru yang bergaji ratusan ribu rupiah per bulan.

"Tadi saya dengar dari Pak Ketua ada gaji Rp 300-500 ribu. Dalam hati saya tidak percaya. Tetapi kalau yang ngomong Pak Ketua, ya saya harus percaya bahwa memang masih ada," kata Jokowi.

Jokowi kaget mendengar masih banyak guru yang bergaji rendah

Jokowi menyebut guru memiliki peran penting dalam pendidikan untuk generasi masa depan. Jokowi bertanya-tanya perihal inpassing (penyesuaian pangkat) dan sertifikasi guru yang diimplementasikan di lapangan.

"Peranan Bapak/Ibu sentral. Oleh sebab itu, saya mau selesaikan persoalan tadi yang disampaikan, berkaitan dengan inpassing dan sertifikasi. Saya nggak tahu kenapa nggak rampung, problem ada di mana. Mungkin ada yang bisa maju dan cerita, blak-blakan saja," ujar Jokowi sambil meminta salah satu guru menceritakan kendala-kendala di lapangan. [dtk]

Debat Ma'ruf Vs Sandi Lebih Dinanti Daripada Jokowi Vs Prabowo

SEBAGAI salah satu metode kampanye, debat capres-cawapres diyakini cukup efektif untuk mempengaruhi pilihan pemilih.

Apa yang menjadi visi dan misi pasangan calon akan dinilai oleh pemilih. Aspek rasionalitas program, argumentasi, gestur, gaya berdebat, dan penggunaan bahasa biasanya akan menjadi pertimbangan utama pemilih.

Tetapi, kondisi itu lazimnya terjadi pada penyelenggaraan Pilpres yang kemampuan pesertanya dalam berdebat belum pernah disaksikan oleh pemilih.

Nah, di Pilpres 2019 nanti, pemilih pada umumnya sudah mengetahui kualitas capres Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Sebab, keduanya sudah pernah berhadapan pada debat Pilpres 2014.

Jadi, efek debat capres nanti saya kira tidak akan berpengaruh banyak terhadap pilihan Pemilih. Kalau pun ada pengaruhnya, terbesar saya kira akan datang dari kelompok pemilih pemula.

Pemilih pemula ini kan pada umumnya baru melek politik. Sensasi debat Jokowi versus Prabowo lima tahun yang lalu belum pernah mereka rasakan.

Permasalahannya, jumlah pemilih pemula ini tidak cukup jelas. Ketua KPU bilang sekitar lima juta orang, sementara salah seorang Anggota KPU menyebut sekira 1,2 juta pemilih.

Tetapi untuk debat cawapres kondisinya mungkin akan berlainan dengan debat capres. Sebab, pasangan Jokowi dan Prabowo di Pilpres 2019 ini berbeda dengan Pilpres 2014.

Baik Ma'ruf Amin maupun Sandiaga Uno belum pernah berhadap-hadapan dalam sesi debat.

Sebagian pemilih mungkin pernah menyaksikan kualitas Sandiaga pada Pilgub DKI Jakarta 2017. Tetapi itu kan dengan lawan debat yang berbeda. Kemampuan Ma'ruf dalam berdebat bahkan belum pernah dilihat orang.

Nah, dari sesi debat Ma'ruf versus Sandiaga itulah kemungkinan bisa muncul perubahan elektabilitas dari kedua pasangan calon.

Sebab, pemilih pemula, 'swing voters' dan kelompok 'undecided voters' sepertinya masih dapat 'digoda' oleh para cawapres pada saat sesi debat nanti.

Jadi, debat cawapres tampaknya lebih berpeluang untuk mengubah pilihan pemilih dibandingkan dengan debat capres.

Debat antara Ma'ruf Amin yang sudah berusia sangat senior dan Sandiaga Uno yang jauh lebih junior boleh jadi sudah sangat dinanti. [rmol]

Tolak Ada Kampanye, 1.000 Tempat Ibadah di Jakbar Dipasangi Spanduk

Pemkot Jakarta Barat beserta tokoh agama dan aparat TNI-Polri melakukan pemasangan 1.000 spanduk di tempat ibadah. Spanduk tersebut dipasang di masjid hingga wihara yang ada di Jakbar.

"FKUB menginisiasi launching pemasangan spanduk, jumlahnya cukup banyak, seribu ya, nanti akan dipasang di semua tempat-tempat ibadah, masjid, gereja, pura, wihara dan lain-lain sebagainya," kata Wakil Wali Kota Jakarta Barat, Muhammad Zen, di Masjid Raya Al Amanah, Jl Indra Loka I, Wijaya Kusuma, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Jumat (11/1/2019).

Dia mengatakan kegiatan didasarkan pada UU 27/2017 tentang Pemilu yang melarang adanya kegiatan kampanye di tempat ibadah dan sekolah. Zen mengatakan jika aturan dilanggar, ada sanksi yang akan dijatuhkan kepada pihak yang melanggar.

Pemasangan spanduk di Gereja Pantekosta Kharismatika


"Kemudian ada UU Pemilu nomor 27 tahun 2017 memang ada ketentuan tidak boleh berkampanye di tempat-tempat ibadah, di instansi pemerintah dan di sekolah-sekolah, itu tidak boleh. Oleh karena itu ketentuan dari Undang-Undang tersebut kita patuhi, kita laksanakan dengan sebaik-baiknya. Kemudian akan ada sanksi, baik dari penyelenggara, peserta, pasti akan diproses," bebernya.

Baca juga: Ada 226 Dugaan Pelanggaran Kampanye di Fasilitas Pemerintahan

Di lokasi yang sama, Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Hengki Haryadi, mengatakan pemasangan 1.000 spanduk ini diharapkan bisa menjaga kerukunan beragama jelang pemilu 2019. Spanduk ini juga dipasang untuk mengingatkan masyarakat untuk tidak terlibat dalam penyebaran berita bohong (hoax), SARA, dan radikalisme.

Dia merinci ada 860 masjid, 237 gereja, dan 85 wihara yang disambangi. Hengki mengingatkan masyarakat untuk atas peristiwa pembunuhan di Madura yang dilatarbelakangi perbedaan pilihan politik.Dia mengharapkan hal itu tak terulang.

"Dalam istilah kepolisian, ini langkah pemahaman hukum dan sosial, dengan membaca ini di tiap tempat ibadah, mungkin ada yang ingin menyampaikan khotbahnya bahwa sudah ada aturannya dalam UU Pemilu, tempat ibadah, sekolah dan instansi pemerintah tidak boleh (jadi tempat kampanye)," ucap Hengki.

Pemasangan spanduk di Pura Candra Prabha
Hengki, mengutip ucapan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, mengatakan masjid boleh jadi tempat belajar politik. Namun bukan sekadar politik praktis.

"Saya mengutip apa yang disampaikan oleh Menteri Agama, boleh saja tempat ibadah dijadikan tempat politik, tapi politik yang sifatnya substantif, artinya berbicara tentang kenegaraan, berbicara tentang bangsa, tidak dalam sasaran politik praktis. Milih A dan milih B," bebernya.

Sementara itu, Dandim 0503 Jakarta Barat, Letkol Andre Masengi, yang juga di lokasi menyatakan mendukung kegiatan ini. Pemasangan spanduk penting untuk mengingatkan agar perbedaan pilihan politik tak membuat masyarakat terpecah.

"Jangan sampai kita berbeda pilihan dalam politik, buntut-buntutnya akan membenturkan kita sesama anak bangsa. Nah ini diharapkan tidak terjadi, bisa berbeda saya memilih calon A, calon B, tetapi kerukunan antar umat beragama, kerukunan antar sesama anak bangsa harus terjaga dengan baik," tutur Andre. [dtk]

Survei Ungkap Elektabilitas Prabowo Masih Berjaya di Sumatera

Lembaga survei Alvara mengungkap bahwa elektabilitas dua pasangan calon presiden dan wakil presiden tak berubah banyak meski hari pencoblosan kian menjelang.

Tingkat keterpilihan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, menurut Alvara, naik sedikit saja. Itu pun disumbang oleh calon pemilih yang sebelumnya belum menentukan pilihan alias undecided voters. Tetapi kini mulai mempertimbangkan satu di antara dua pasangan kandidat.

Secara umum, berdasarkan survei itu, pasangan Jokowi-Ma’ruf memang masih unggul dengan tingkat elektabilitas 54,3 persen, sementara Prabowo-Sandiaga 35,1 persen. Jumlah undecided voters sebanyak 10,6 persen.

Menurut CEO Alvara Research Center, Hasanuddin Ali, tingginya undecided voters karena kini pemilih sudah mulai mengkristal, dampak dari makin menipisnya margin of error dalam survei.

Tetapi, elektabilitas Prabowo-Sandiaga masih unggul jauh dibanding Jokowi-Ma’ruf di Sumatera. Prabowo-Sandiaga memperoleh dukungan 49,8 persen, sementara Jokowi-Ma'ruf 27,5 persen. Calon pemilih yang belum memutuskan 12,6 persen.

Di Bali dan Nusa Tenggara, Jokowi-Ma'ruf unggul 60,6 persen dari Prabowo-Sandi yang memperoleh dukungan 30,3 persen. Mereka yang belum memutuskan pilihan 9,1 persen.

Ali mengatakan, masih ada waktu bagi kedua pasangan untuk meningkatkan elektabilitasnya. Di antaranya dengan memanfaatkan debat capres-cawapres, karena kedua pasangan kandidat bisa makin memperkuat dukungan.

Para calon pemilih yang belum menentukan pilihan itu, kata Ali, masih menimbang-nimbang di antara Prabowo-Sandiaga atau Jokowi-Ma’ruf. Mereka menanti momen debat capres sebelum menentukan pilihan karena, katanya, "Undecided voters ini orang-orang yang rasional.”

Survei Alvara diselenggarakan pada 11-24 Desember 2018 dengan 1.200 responden di 34 provinsi se-Indonesia. Margin of error atau tingkat kesalahannya sebesar 2,88 persen. [viva]

Visi-Misi Prabowo-Sandi Berubah, Erick Thohir: Berarti Tak Yakin

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Thohir menuding kubu pasangan Capres-Cawapres bernomor urut 02, Prabowo-Sandi tidak yakin atas visi dan misi yang mereka sempat usung di Pilpres 2019.

Hal itu terkait adanya perubahan visi-misi paslon kubu oposisi tersebut, yang diajukan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Berarti kalau ubah visi-misi last minute, berarti tidak yakin atas visi misinya," ujar Erick di Kantor Wakil Presiden di Jakarta, Jumat 11 Januari 2019.

Mantan Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 ini menyampaikan, hal serupa jelas tidak terjadi di kubu Jokowi-Ma'ruf. Kubu petahana senantiasa yakin bahwa visi-misi yang ditawarkan merupakan visi-misi terbaik.

"Kalau kita visi-misinya tidak diubah-ubah. Sudah yakin," ujar Erick.

Dia menekankan, ketegasan kubu Jokowi-Ma'ruf atas visi-misinya merupakan cerminan hasil kinerja petahana sejak 2014 yang menurutnya sudah gemilang.

"Sudah terbukti hasil kerjanya," ujar Erick. [viva]

Istana Tegaskan Kasus Novel Bukan Pelanggaran HAM

Salah satu persoalan yang diprediksi akan dicecar dalam debat capres-cawapres ke Joko Widodo, adalah masalah HAM. Diantaranya, kasus penyiraman air keras ke penyidik KPK Novel Baswedan, pada April 2017 lalu.

Hingga kini, aparat kepolisian belum berhasil menemukan tersangka, yang membuat rusak mata dari penyidik senior KPK itu.

Menyikapi itu, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amien yang juga Kepala Staf Presiden Moeldoko, mengatakan pihaknya sudah memitigasi isu-isu itu.

"Pelanggaran HAM berat itu terjadi apabila abuse of power. Terus ada genocide tersistem. Enggak ada itu dilakukan terhadap kasus Novel, bukan dan tidak ada kaitannya dengan kebijakan negara. Abuse of power itu adalah kebijakan negara, melekat," kata Moeldoko, di Istana Negara, Jakarta, Jumat 11 Januari 2018.

Novel disiram menggunakan air keras, ketika pulang Salat Subuh dari musola di dekat rumahnya di Kelapa Gading Jakarta Utara. Isu ini menjadi salah satu persoalan HAM yang dianggap tidak mampu diselesaikan oleh rezim pemerintahan Jokowi. Namun menurut Moeldoko, kejadian yang menimpa Novel bukan soal HAM.

"Dalam konteks ini adalah konteks kriminal murni," kata mantan Panglima TNI itu.

Diakuinya, saat ini memang masih belum tuntas karena pelakunya belum ditemukan. Tapi Ia bersikukuh, kasus Novel Baswedan itu tidak masuk dalam masalah HAM. "Apa itu abuse of power? Bukan. konteksnya disitu," katanya.

Seperti diketahu, hampir dua tahun teror penyerangan air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan dibiarkan tak terungkap. Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal pada April 2017 silam, sampai kini polisi tak mampu mengungkap terang kasus tersebut.

Dalih polisi yang mengklaim kasus ini masih terus diselidiki semakin menambah kabur bukti dan fakta yang bisa diungkap. Mengingat, tidak ada perkembangan apapun dari apa yang dilakukan Kepolisian. [viva]

Pilpres 2019

Ads

Internasional

Timur Tengah

Metro

Ekonomi

© Copyright 2019 Relawan Prabowo | All Right Reserved